Teknologi membutuhkan modal sehingga investasi memegang peran penting.

Gapgindo: Iklim Nyaman Berinvestasi Bakal Buka Jalan Swasembada Gula

Jumat, 09 Juni 2023, 12:23 WIB

Mukernas Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) digelar Kamis (8/6). | Sumber Foto:Dok. Gapgindo

AGRONET – Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) yakin, iklim berinvestasi harus nyaman agar dapat menarik lebih deras investasi ke industri gula. Investasi diyakini akan melempangkan jalan untuk swasembada gula nasional.

Menurut Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro, target Indonesia untuk mencapai swasembada gula nasional memang menghadapi sejumlah tantangan. Namun, Syukur yakin bahwa soal luas lahan bukanlah satu-satunya tantangan untuk meningkatkan produksi gula nasional.

“Lahan memang penting, namun teknologi juga bisa meningkatkan produksi,” ujar Syukur kepada Agronet, di sela Musyawarah Kerja Nasional Gapgindo, Kamis (8/6/2023).

Syukur mencontohkan, salah satu anggota Gapgindo yaitu PT Pratama Nusantara Sakti, menunjukkan bahwa teknologi mampu mengubah lahan rawa menjadi ladang tebu. Lokasinya berada di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan.

“Bahkan lahan berbatu seperti Sumba, mampu disulap menjadi ladang tebu oleh anggota Gapgindo yang lain, PT Muria Sumba Manis (MSM),” katanya.

Namun, teknologi juga membutuhkan modal sehingga investasi memegang peran penting. “Maka yang diperlukan Indonesia adalah iklim yang nyaman untuk berinvestasi,” kata Syukur.

Ia yakin, iklim investasi yang nyaman akan menarik lebih banyak investasi ke industri gula nasional. Ia optimistis, industri gula menjanjikan di Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor dalam dan luar negeri.

Gapgindo menggelar Mukernas dengan mengangkat tema terkait harga gula dunia dan imbasnya ke harga gula nasional. “Soal kenaikan harga adalah kondisi terkini, yang tidak mungkin bisa kita abaikan. Apalagi, saat ini harga gula putih dunia nyaris selalu pada kisaran 700 dolar AS per ton. Ini tertinggi dalam 11 tahun terakhir,” kata Syukur. 

Pembahasan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Deputi Kepala Balai Pangan Nasional  I Gusti Ketut Astawa, Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, dan Tenaga Ahli Utama Bidang Pangan dan Pertanian Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Erizal Jamal.

Pada kesempatan ini, Gapgindo juga mengesahkan pengangkatan Agung Santoso sebagai sekretaris jenderal Gapgindo. Agung adalah salah satu direktur di PT MSM.

Mukernas ini dihadiri para wakil perusahaan gula anggota Gapgindo yang tersebar di berbagai daerah. Sejumlah undangan berstatus pengamat antara lain perusahaan gula yang menyatakan berminat untuk bergabung dengan Gapgindo.

Anggota Gapgindo saat ini adalah PT Muria Sumba Manis, PT Pratama Nusantara Sakti, PT Rejoso Manis Indo, PT Kebun Tebu Mas, PT Kebon Agung, dan PT Rajawali I. Enam perusahaan tersebut total memiliki delapan pabrik gula. *