Panen tebu kali ini terpengaruh penggilingan yang tutup lebih awal dan cuaca yang tidak mendukung.

Gula (ilustrasi) | Sumber Foto:Freepik
AGRONET -- Produksi gula Filipina musim ini diperkirakan turun 110 ribu metrik ton. Produksi musim sebelumnya sekitar 640 ribu metrik ton. Panen tebu kali ini terpengaruh penggilingan yang tutup lebih awal dan cuaca yang tidak mendukung.
Penurunan ini terjadi pada gula rafinasi yang menggunakan bahan baku tebu dalam negeri. Pelaksana Tugas Kepala Badan Regulator Gula (SRA) Filipina Pablo Luis S. Azcona mengatakan hasil penggilingan turun signifikan.
"Sejak penggilingan gula mentah tutup lebih awal, rafinasi yang mengandalkan pabrik bahan baku juga tutup lebih awal, dari sanalah produksi kami turun signifikan, saya memperkirakan produksi rafinasi turun hampir 100 ribu metrik ton," kata Azcona seperti dikutip Business World Online, Selasa (6/6/2023).
Azcona mengatakan proses rafinasi gula juga membutuhkan ampas tebu untuk menjalankan mesin. Pasokan ampas tebu sedikit karena panen terganggu cuaca buruk.
Pada musim panen sebelumnya produksi gula Filipina 750 ribu metrik ton. Azcona mengatakan keputusan mengimpor gula menunggu validasi tingkat persediaan gula.
"Kami mempertimbangkan impor baru, namun seperti janji presiden (Prresiden Filipina Ferdinand Marcos Jr --Red) , kami akan menggelar semua inventarisasi yang diperlukan lebih dahulu dan mencari tahu apakah perhitungan kami akurat," katanya. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










