Cuaca yang dingin dan musim semi juga dapat menunda penyemaian bibit bit.

Gara-Gara Hama dan Semai Bibit Ditunda, Produksi Gula Eropa Terancam

Selasa, 06 Juni 2023, 09:40 WIB

Bit gula | Sumber Foto:Pxfuel

PARIS -- Tertundanya penyemaian bibit bit gula karena cuaca basah dan potensi serangan hama di Prancis mengancam produksi gula Uni Eropa tahun ini. Sebelumnya, petani didorong meningkatkan penanaman bit gula karena harga tingg.

Produksi di Uni Eropa dipantau dengan seksama karena harga gula di blok itu sudah diperdagangkan dengan harga tinggi. Tahun lalu, mereka menghadapi hasil panen lebih rendah dan biaya produksi naik.

Pakar setempat mengatakan cuaca yang dingin dan musim semi juga dapat menunda penyemaian bibit bit. Penundaan itu terjadi sekitar 10 hari di Prancis, dua pekan di Polandia dan hingga tiga pekan di Jerman.

"Ini periode hilangnya vegitasi, kami harus menunggu dan melihat apakah cuaca musim panas cuku baik untuk mengejar pertumbuhan bit tanpa kehilangan momen panen," kata Chief Executive Officer Nordzucker Lars Gorissen,yang dikutip Reuters, awal Juni.

Pekan lalu lembaga monitor panen Uni Eropa, MARS, memangkas perkiraan panen gula bit Uni Eropa 2023 dari perkiraan sebelumnya. Pada April lalu MARS memprediksi produksi gula bit Uni Eropa tahun ini sekitar 77,5 juta ton sedang perkiraan terbaru menjadi 76,7 juta ton.

Di Prancis, meski harga gula bit lebih tinggi, tapi petani mengurangi lahan tanamnya karena khawatir larangan penggunaan pestisida neonicotinoid. Pestisida itu diketahui beracun bagi lebah mengakibatkan kerusakan pada tanaman.

Pakar dari kelompok tani Prancis CGB Timothe Masson mengatakan, lahan tanam Prancis pada 2023 menyusut 7 persen. Ini terendah dalam 14 tahun sekitar 370 ribu hektar.

Jerman menjadi produsen gula terbesar di Uni Eropa pada tahun ini, mengungguli Prancis. Kantor Statistik Jerman mencatat area tanam naik 0,5 persen menjadi 398 ribu hektar. (tar)