Sebagian besar ekspor gula India datang ke Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Sudan, Somalia, dan Uni Emirat Arab.

Pabrik gula Khatauli di Uttar Pradesh, India | Sumber Foto:Land Rover Our Planet/Flickr
AGRONET – Direktur Pelaksana Federasi Kerj Ssama Pabrik Gula Nasional India Prakash Naiknavare mengatakan, pabrik-pabrik India mengirimkan 6,1 juta ton untuk ekspor. Laporan Reuters menyebutkan, angka itu sesuai batasan ekspor yang diizinkan Pemerintah India.
Pabrik-pabrik gula India mulai diuntungkan dari kenaikan harga dan permintaan gula dunia. Produsen gula nomor dua di dunia itu mungkin tidak akan mengizinkan ekspor tambahan pada tahun pemasaran yang berakhir pada 30 September mendatang karena produksi yang menurun.
Bila India memang menahan ekspor tambahan maka terdapat kemungkinan harga gula dunia akan kembali naik. Brasil sebagai produsen pertama akan menjual lebih banyak gula ke pasar internasional.
"Pabrik-pabrik telah mengirimkan seluruh kuantitas yang dialokasikan dan tidak ada lagi yang tersisa karena harga dunia menjadi atraktif," kata Naiknavare, Selasa (30/5/2023) lalu.
Ia mengatakan pabrik-pabrik mendapatkan lebih dari 50 ribu rupe atau 604,6 dolar AS per ton dari penjualan luar negeri. Lebih tinggi dibandingkan penjualan dalam negeri yang sebesar 36.500 rupe per ton.
Pada awal bulan ini muncul rumor India larangan ekspor mendorong pabrik-pabrik mempercepat pengiriman gula untuk ekspor. Pada musim 2021/2022 lalu India mengekspor 11 juta ton gula tapi pada tahun ini New Delhi hanya mengizinkan ekspor 6,1 juta ton karena turunnya produksi.
Tahun ini produksi gula India diperkirakan turun dari 35,8 juta ton tahun lalu menjadi 32,8 juta ton. Seorang pejabat industri gula yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan turunnya produksi menutup kemungkinan ekspor tambahan yang sebelumnya diincar pabrik-pabrik.
"Saat ini kami tidak meminta pemerintah mengizinkan lebih banyak ekspor pada musim ini, karena kami tahu hal itu tidak mungkin," katanya.
Sebagian besar ekspor gula India datang ke Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Sudan, Somalia dan Uni Emirat Arab.
Rumah dagang yang bermarkas di Mumbai mengatakan pembeli Asia dan Afrika beralih ke Brasil karena produksi gula negara Amerika Latin itu surplus. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










