Pemerintah Filipina Diminta Perhatikan Pasokan dan Harga Gula

Senin, 17 April 2023, 17:50 WIB

Gula | Sumber Foto:Depositphotos

AGRONET -- Kamar Dagang dan Industri Filipina (PCCI) menyoroti pasokan dan harga gula. PCCI memperingatkan pemerintah Filipina tentang konsekuensi inflasi yang ditimbulkan harga dan pasokan gula pada pangan dan komoditas dasar.

Presiden PCCI George Barcelon mengirimkan surat kepada pemerintah yang ditunjukan pada Penasihat Dewan Sektor Swasta Sabin Aboitiz. Pemerintah diminta mengumpulkan sektor swasta dan membahas mahalnya harga gula yang merugikan pabrik dan industri makan olahan.

"Kami meminta pemerintah kami untuk memastikan industri manufaktur makanan mendapatkan pasokan gula yang cukup dengan harga terjangkau agar dapat bersaing dengan tetangga-tetangga kami di ASEAN (Asosiasi Negara Asia Tenggara)," kata Barcelon, sepert dikutip dari the Phil Star, Senin (17/4/2023).

Ia menambahkan gula merupakan komponen penting pabrik dan pengolahan makanan. Barcelon mengatakan industri meminta alokasi khusus untuk produksi pangan sehingga pabrik pangan lokal dapat bersaing dengan pabrik-pabrik lain di ASEAN dalam menjual berbagai produk makanan.

Ia menekankan harga gula dunia hanya sekitar 32 sampai 35 peso Filipina per kilogram. Data dari Departemen Pertanian menunjukkan harga gula rafinasi di Manila di pasaran mencapai 86 sampai 110 peso per kilogram, harga gula yang sudah cuci sekitar 82 sampai 95 peso per kilogram dan gula merah 78 sampai 95 peso per kilogram.

"Pemerintah menyadari kekurangan dari pabrik gula lokal dan karena itu mengizinkan impor terbatas," kata Barcelon.

"Turunnya harga gula akan membantu memitigasi inflasi ketika kuantitas yang untuk dialokasikan untuk sektor pangan dan minuman lokal tidak cukup, aktivitas kerja dan ekonomi sangat penting bagi negara dan rakyat kami," tambahnya.

Sejak 2015 lalu PCCI melalui Komite Pertanian dan Perikanan mendorong pemerintah mengizinkan pabrik pengolah makanan kecil untuk mengimpor gula rafinasi 10 ribu karung yang per karungnya berisi 50 kilogram gula rafinasi per bulan. Tapi hal ini tidak pernah diizinkan.

Pada September tahun lalu PCCI mendesak perwakilan sektor bisnisi di dewah Administrasi Regulator Gula (SRA) mendengar suara semua sektor termasuk eksportir dan pabrik industri pangan.

Sebelumnya Ketua Komite Pertanian PCCI Paul Cuyegkeng mengatakan proposal PCCI sangat penting untuk menyeimbangkan kebutuhan petani, pabrik gula dan manufaktur makanan olahan yang berisi perusahaan menengah, kecil dan mikro.

"Kami percaya semua sektor harus didengar, manufaktur makanan olahan kami, yang sebagian besar perusahaan menengah, kecil dan mikro sudah lama terbebani tingginya harga gula rafinasi dan sayangnya, mereka tidak bisa bersaing dengan rekan-rekan di ASEAN yang harga produk gulanya jauh lebih murah dari kami," kata Cuyegkeng. (tar)