Kegagalan dalam mengatur pertanian dan perdagangan tebu memicu kekurangan produksi tebu.

Kurang Tebu, Pabrik-pabrik Gula Kenya Terancam Tutup

Minggu, 16 April 2023, 17:38 WIB

Gula

AGRONET -- Pabrik-pabrik gula di barat Kenya terancam ditutup setelah kekurangan tebu. Hal ini dikhawatirkan akan menaikkan harga gula yang harus dibayar masyarakat.

Ketua Komite Departemen Pertanian dan Perternakan Majelis Nasional Kenya John Mutunga mengatakan pabrik gula tidak mengoperasikan kapasitas penggilingannya dengan optimal karena kekurangan tebu yang disebabkan perburuan liar. Sebagian besar petani juga telah menanam tanaman lain.

Di Pabrik Gula Busia, Mutunga menegaskan perlunya kebijakan yang mengatur impor tebu untuk melindungi petani lokal. Agar mereka bisa menginvestasikan sumber daya dan waktunya pada pertanian.

"Pabrik-pabrik gula di wilayah ini kekurangan tebu karena perburuan liar, lemahnya kerangka kerja kebijakan dan persaingan tidak sehat dari importir gula murah, yang kami lihat akan berdampak pada produksi dan sektor gula dalam waktu dekat," kata Mutunga, seperti kutip dari Kenya News Agency, Sabtu (15/4/2023).

Anggota Parlemen Geoffrey Odanga mengatakan kegagalan dalam mengatur pertanian dan perdagangan tebu memicu kekurangan akut di wilayah Barat. Odanga menambahkan tingginya modal pertanian berkontribusi mendorong petani beralih dari tebu ke jagung dan tanaman lain.

"Sebagian besar pabrik gula tidak memiliki kebun sendiri, mereka memperebutkan tebu di Busia sehingga terdapat kelangkaan serius yang membutuhkan intervensi untuk membantu mengurangi ongkos produksi gula," katanya.

Legislator ingin anggota Majelis Nasional memastikan Undang-undang Gula melindungi pabrik dan petani. Perusahaan Gula Nzoia contohnya sekarang hanya menggiling kurang dari 2.000 ton tebu per hari jauh dari kapasitasnya 3.000 ton tebu per hari.

Pabrik gula swasta sama seperti pabrik gula milik pemerintah, mereka kesulitan karena sangat kekurangan tebu. Sebagian besar dari mereka hanya mengoperasikan 30 persen dari total kapasitasnya.

Pabrik gula Busia harus melepaskan pegawai mereka karena pabrik tidak beroperasi penuh. Walaupun pabrik sudah mengambil lebih banyak tebu dari hasil petani lokal tapi masih terdapat kekurangan akut. Sebagian pabrik di Kenya barat mengambil tebu dari Uganda agar pabrik dapat terus beroperasi. (tar)