Ladang tebu saat ini kekurangan tenaga kerja dan sebagian besar mengandalkan pekerja migran.

Produksi Tebu Thailand Lebih Rendah dari Prediksi

Jumat, 14 April 2023, 07:59 WIB

Ladang tebu di Thailand. | Sumber Foto:Mitr Phol-Flickr

AGRONET -- Kantor Dewan Tebu dan Gula (OCSB) Thailand mengatakan produksi tebu pada musim panen tahun ini lebih rendah dari perkiraan. Hanya naik 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini Thailand memproduksi 93,8 juta ton karena kekeringan dan banyak petani yang beralih menanam singkong.

"Sebelumnya pemerintah memperkirakan produksi tebu pada musim panen tahun 2022-2023 lebih dari 100 juta ton," kata Sekretaris Jenderal OCSB Panuwat Triyangkunsri, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (12/4/2023).

Rendahnya produksi gula dari ekspektasi diduga karena tingginya biaya untuk menanam tebu. Petani pun akhirnya memilih untuk menanam singkong yang harganya lebih tinggi pada musim panen tahun ini.

Pada musim giling dari 1 Desember sampai 6 April semua tebu Thailand termasuk yang digunakan untuk gula komersil (CCS) dengan tingkat kemanisan 13,3 dipasok ke 57 pabrik gula di seluruh negeri.

Sebanyak 63,1 juta ton dari 93,8 juta ton atau sektiar 67,2 persen diantaranya merupakan tebu segar. Sementara sisanya yakni 30,7 juta ton atau 32,7 persen adalah tebu yang sudah dibakar. Setiap ton tebu akan menghasilkan sekitar 117,4 kilogram gula.

OCSB menyadari jumlah gula yang terbakar pada musim panen 2022-2023 masih tinggi meski negara sudah melarang pembakaran ladang tebu. Banyak petani yang memilih metode bakar karena lebih mudah dibandingkan metode potong yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Ladang tebu saat ini juga kekurangan tenaga kerja dan sebagian besar mengandalkan pekerja migran. Pembakaran ladang tebu dikhawatirkan akan menyebabkan polusi udara karena meningkatkan jumlah debu amat halus PM2.5.

"Pemerintah mencoba untuk menahan tingkat debu berbahaya yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia," kata Panuwat.

PM2.5 merujuk pada partikel yang ukurannyakurang dari 2,5 diameter mikron yang dapat merusak paru-paru. OCSB membantu pemerintah mengatasi ini dengan menawarkan bantuan pinjaman rendah bunga pada petani, sehingga mereka bisa membeli mesin panen. (tar)