Pasokan dari Brasil rendah, karena musim hujan mengakibatkan keterlambatan panen.

Harga gula terus melambung. | Sumber Foto:Pickpik
AGRONET -- Harga gula mentah menyentuh titik tertingginya dalam satu dekade. Sementara prospek guncangan pada pasokan global semakin intensif.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/4/2023) harga gula pada Rabu (12/4/2023) di New York naik 1,9 persen setelah sempat naik 2,6 persen pada Selasa (11/4/2023).
Pada tahun ini harga gula sudah naik 19 persen. Kabar terbaru datang dari India, produsen gula yang ekspornya berdasarkan ketersediaan pasokan, mengumumkan tidak akan menaikkan ekspor pada musim bulan September.
Sementara pasokan dari Brasil rendah, karena musim hujan mengakibatkan keterlambatan panen. Pasokan di Eropa, Pakistan, Thailand, Cina dan Meksiko juga rendah.
Kenaikan harga gula juga disebabkan berakhirnya kontrak gula putih berjangka pada Jumat (14/3/2023). Banyak pedagang diperkirakan akan menutup posisi short (jual kosong) mereka.
Pada Rabu, harga gula rafinasi di London turun 1 persen. Tapi pada Selasa sempat merangkak 2,7 persen, ke tingkat tertinggi sejak 2011. Hal ini membuat gula premium, yang berbeda dari gula rafinasi dan gula mentah, mencapai harga tertingginya.
Pada tahun 2011, gula mencapai level tertingginya dalam 30 tahun karena cuaca buruk menghantam produsen seluruh dunia dan menyebabkan defisit yang signifikan. (tar)
Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Papua, Sagu dan AI Jadi Pilar Ketahanan Pangan Mas
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Minggu, 08 Maret 2026








