Meski dibangun sejak era Hindia Belanda, kedua pabrik PG Rajawali I kini telah menggunakan teknologi modern.

Efektifkan Pemupukan, Drone Digunakan Pabrik Gula Ini

Rabu, 12 April 2023, 09:03 WIB

PG Rajawali I menggunakan drone untuk penyemprotan pupuk daun. | Sumber Foto:PG Rajawali I

AGRONET – Penggunaan teknologi modern diterapkan PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, termasuk penggunaan drone dalam proses pemupukan di ladang tebu milik perusahaan berkantor pusat di Surabaya ini. Yuk, kita berkenalan dengan pabrik gula yang menggoreskan sejarah panjang hingga abad ke-18 silam.

PG Rajawali I adalah anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan jumlah pegawai lebih dari tiga ribu personel. Perusahaan ini memiliki dua pabrik yaitu PG Krebet Baru di Malang dan PG Rejo Agung Baru di Madiun yang memiliki sejarah panjang.

Kini, PG Rajawali I tak hanya menghasilkan gula murni dengan merk Raja Gula. Produk lainnya adalah tetes atau molases merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari proses pengolahan dengan kandungan brix dan TSAI yang tinggi. Tetes dikenal memiliki banyak manfaat dari berbagai sektor antara lain industri peternakan, perikanan, pupuk pertanian, makanan dan industri energi (ethanol).

Produk lainnya adalah Keris Merah, yaitu brown sugar yang diproduksi khusus di PG Krebet Baru. Brown Sugar atau gula coklat yaitu jenis gula pasir yang masih mengandung molase atau saritebu sehingga berwana coklat.

Berikutnya adalah Hijus, yaitu minuman sari tebu yang berasal dari tebu berkualitas, diproses dan dikemas secara higienis. Ada pula Putri Majamanis, yaitu kecap manis yang terbuat dari kedelai murni.

 

Sejarah Hindia Belanda

Paparan di laman resmi perusahaan menyebutkan, PG Krebet Baru didirikan 1906 Pemerintah Hindia-Belanda di Desa Krebet, Malang. PG ini kemudian dimiliki oleh Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Kegiatan produksi sempat terhenti pada era revolusi.

Pada 1953, OTHC bekerja sama dengan Bank Industri Negara untuk melakukan pembangunan kembali. Pada 1957, pabrik kembali beroperasi menggiling tebu petani dan telah mampu menghasilkan gula dengan kualitas Superior High Sugar (SHS). Akhirnya Pemerintah Indonesia mengambil alih pabrik PG Krebet pada 1961 dan pada 1964 dibentuklah PT PPEN Rajawali Nusantara Indonesia.

Sedangkan sejarah PG Rejo Agung Baru dimulai pada 1894. PG itu didirikan sebagai salah satu anak perusahaan NV Handel My Kian Gwan. Dalam perkembangannya pada 1996, PG Rejo Agung Baru berubah menjadi PT PG Rajawali I unit PG Rejo Agung Baru.

Meski dibangun sejak era Hindia Belanda, kedua pabrik tersebut kini telah menggunakan teknologi modern. Salah satunya adalah penggunaan drone dalam penyemprotan pupuk daun. “Pemanfaatan Drone Spraying untuk aplikasi pupuk daun dirasakan sangat efisien baik dari sisi luasan, tenaga kerja, dan biaya,” papar PG Rajawali I.

 

Kini PG Rajawali I adalah pabrik gula BUMN dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga mengajak para petani untuk menjadi mitra mereka. Dengan menjadi mitra, para petani akan mendapat pinjaman modal kerja, subsidi bibit, prioritas penyewaan traktor, bimbingan teknis, sarana tebang angkut, dan informasi hasil produksi. *