Rencana Malaysia ini disambut baik oleh Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo).

Ladang tebu | Sumber Foto:Pixabay
AGRONET -- Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli mengatakan pemerintah akan membangun industri tebu. Ini sebagai upaya untuk memenuhi permintaan gula nasional.
Rafizi mengatakan, saat ini Malaysia sepenuhnya tergantung pada impor gula mentah dari Brasil setelah pabrik tebu di Chuping, Perlis, ditutup pada 2012 lalu. Menurutnya, Pemerintah Malaysia saat ini sedang mengidentifikasi lahan seluas 405 hektar di Perak Utara untuk tujuan itu.
"Semua (100 persen) gula mentah negara berasal dari impor, dan ketika harga naik atau terdapat masalah dengan mata uang dan (harga) minyak, biaya pengiriman tinggi," katanya seperti dikutip the Sun Daily, Selasa (11/4/2023).
"Oleh karena itu kami butuh pabrik tebu, dan pemerintah akan mengatur rantai (logistiknya) untuk memastikan penanam akan memiliki pembeli yang siap pakai," katanya di sela penutupan debat Undang-undang Pasokan 2023 di Dewan Rakyat.
Saat ini permintaan gula Malaysia dipenuhi produsen gula rafinasi nasional MSM Malaysia Holdings Bhd. Produksi gula rafinasi mencapai 2,05 ton per tahun dan memenuhi 60 persen dari permintaan pasar domestik.
Pulihkan kejayaan Nusantara
Rencana Malaysia ini disambut baik oleh Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo). Menurut Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro, rencana Malaysia adalah kabar baik bagi kebangkitan industri gula di Asia Tenggara.
“Namun, ini harus memicu Indonesia untuk lebih semangat memulihkan kejayaan industri gula nasional kita. Apalagi, sejak 2017 Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan swasembada gula nasional,” kata Syukur kepada Agronet.
Menurut Syukur, pencanangan swasembada menggambarkan dukungan Pemerintah terhadap industri gula termasuk, pabrik gula berbasis tebu. Gapgindo juga berharap, dukungan itu terus ditingkatkan agar industri gula berbasis tebu juga bisa berjaya kembali seperti sejarah Nusantara pada masa lalu.
“Kami tentu saja menyambut baik jika pabrik gula berbasis tebu di Tanah Air bersama-sama Gapgindo untuk bangkit dan memajukan industri gula kita,” kata Syukur.
Saat ini, Gapgindo beranggotakan sejumlah pabrik gula (PG) baru dan PG perluasan yang sudah menggunakan teknologi modern. PG tersebut adalah PT Rejoso Manis Indo, PT Muria Sumba Manis, PT Kebun Tebu Mas, PT Pratama Nusantara Sakti, PT Rajawali I, PT Gorontalo, dan PT Kebon Agung termasuk PG Trangkil. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










