Peningkatan produksi gula di Thailand terjadi berkat harga gula global yang menunjukkan penguatan.

Potongan tebu | Sumber Foto:claremaier/wikimedia
AGRONET – Thailand bakal menaikkan angka ekspor gulanya pada periode 2022/2023 ini, yaitu menjadi 9 juta ton. Badan yang mengurusi gula Thailand yaitu Office of the Cane and Sugar Board (OCSB), menyebutkan kenaikan itu mencapai 17 persen dari tahun sebelumnya.
Laman Business Recorder edisi Jumat (10/2) menyebutkan, Thailand diprediksi akan memproduksi 11,5 juta ton gula pada 2023. Setiap tahun, Negeri Gajah Putih ini mengkonsumsi 2,5 juta ton gula.
Menurut Direktur Strategi dan Perencanaan OCSB Samart Noiwan, produksi tebu diperkirakan mencapai 106 juta ton pada akhir musim panen pada Maret tahun ini. Produksi tebu tahun ini melampaui angka 100 juta ton untuk pertama kalinya sejak 2019.
Samart mengatakan, peningkatan ini terjadi berkat harga gula global yang menunjukkan penguatan. Akibatnya, para petani kian tertarik menanam tebu, apalagi didukung oleh curah hujan yang memadai.
Pada tahun produksi 2021/2022, Thailand memproduksi 10,15 juta ton gula. Sedangkan produksi tebu mencapai 92,07 juta ton. Pada periode tersebut, Thailand mengekspor 7,69 juta ton gula. *
Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Papua, Sagu dan AI Jadi Pilar Ketahanan Pangan Mas
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Minggu, 08 Maret 2026








