Busa digunakan di berbagai sektor seperti konstruksi, transportasi, dan kemasan.

Ilmuwan Ciptakan Busa dari Bagasse Tebu

Kamis, 14 November 2024, 06:25 WIB

Busa | Sumber Foto:Ryan & Vi/Flickr

AGRONET – Sejumlah ilmuwan China menciptakan busa dari bagasse tebu. Selama ini busa biasanya adalah hasil olahan dari polimer sintesis berbasis bahan bakar fosil. Di dunia industri, busa digunakan di berbagai sektor seperti konstruksi, transportasi, dan kemasan.

Inovasi ini dimuat laman Science Direct, 9 November 2024. Artikel ini menyebutkan, busa berbasis tumbuhan ini menggunakan bagasse tebu dan natrium alginat yang diekstrak dari rumput laut.

Hasilnya, busa yang tercipta memiliki kerapatan rendah, kemampuan mengisolasi panas, dan stabil hingga suhu 140 derajat celsius. Tak hanya itu, busa berbasis tumbuhan ini juga memiliki kekuatan mekanis dan modifikasi lanjutan menunjukkan busa ini tahan air.

Kelebihan busa dari bahan bagasse ini adalah mampu terurai dalam tanah dengan baik. Jika dipendam dalam tanah selama 90 hari maka level penguraian mencapai 93,8 persen.

Busa ini berpotensi menjadi solusi bagi menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Menurut laporan salah satu lembaga PBB yaitu United Nations Environment Programme (UNEP), produksi plastik global terus meningkat, khususnya di industri manufaktur dan penggunaan plastik untuk kemasan.

Pada 2021, produksi plastik global diperkirakan 430 juta ton, terutama terdiri dari plastik sekali pakai. Jika pola penggunaannya berlanjut, maka volume itu akan berlipat dua pada 2060. Maka masalah polusi plastik pun kian memburuk. (yen)