Uniknya, bahan kemasan ini mampu membunuh virus dan bakteri serta memperpanjang umur simpan produk makanan.

Ilustrasi mikroba | Sumber Foto:NIAD/Flickr
AGRONET – Para peneliti di Brisbane, Australia, menemukan manfaat serat tebu untuk dijadikan bahan kemasan ramah lingkungan. Uniknya, bahan kemasan ini mampu membunuh virus dan bakteri serta memperpanjang umur simpan produk makanan.
Temuan ini adalah hasil kerja Nasim Amiralian dan timnya dari University of Queensland. Menurut Amiralian, jika ada orang yang sakit flu lalu pergi ke pasar swalayan dan menyentuh kemasan produk, orang berikutnya yang menyentuh kemasan itu bisa ikut sakit.
“Namun, jika kita menggunakan bahan antimikroba ini, maka virus atau bakteri tersebut bisa mati,” ujar Amiralian dalam berita yang dimuat Brisbane Times edisi 26 Agustus lalu. “Hanya dalam 30 menit, pembungkus itu mampu membunuh bakteria dan virus termasuk Covid dan influenza A,” katanya menambahkan.
Amiralian berharap, dengan dukungan dunia industri maka kemasan dari serat tebu ini bisa dipakai secara komersial dalam waktu empat tahun. Riset ini hasil kerja sama universitas dengan produsen gula Sunshine Sugar yang memiliki tiga pabrik gula di Negara Bagian New South Wales (NSW).
“Kami memang memproduksi gula, namun gula hanya 15 persen dari tanaman tebu. Jadi masih ada sisa seratnya yang pada dasarnya memang terbuang,” ujar Paul Madge dari Sunshine Sugar. “Menemukan fungsi dari serat tersebut adalah salah satu prioritas utama kami,” katanya.
Riset ini didorong oleh dua tujuan yaitu mengurangi polusi plastik dan sisa makanan. Tiga jaringan pasar swalayan juga sudah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










