Mereka mendiskusikan sejumlah topik, mulai dari swasembada gula, perkembangan industri gula dengan teknologi modern, hingga isu kelangkaan gula.

Gapgindo Beranjangsana ke Kemenko Perekonomian

Jumat, 30 Agustus 2024, 11:15 WIB

Kunjungan Gapgindo diterima Dida Gardera, ST, MSc (keempat dari kiri) di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/8/2024). | Sumber Foto:Dok. Gapgindo

AGRONET – Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) beranjangsana ke Kementerian Koordinator Perekonomian dan diterima Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Dida Gardera, ST, MSc. Mereka mendiskusikan sejumlah topik, mulai dari swasembada gula, perkembangan industri gula dengan teknologi modern, hingga isu kelangkaan gula.

“Target swasembada gula konsumsi 2028, berarti waktunya tidak lama lagi. Kami berharap Gapgindo juga ikut mendukung pencapaian target ini,” ujar Dida.

Harapan itu disambut Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro. Saat itu ia didampingi pengurus Gapgindo dan perwakilan anggota Gapgindo, seperti PT Rejoso Manis Indo-Mitr Phol, PT Muria Sumba Manis, PT Kebun Tebu Mas-Mitr Phol, dan PT Pratama Nusantara Sakti.

“Kami tentu siap mendukung program swasembada gula. Anggota kami adalah pabrik gula yang sudah menggunakan teknologi modern yang siap berkontribusi untuk menyokong kemandirian gula Indonesia,” ujar Syukur.

Menurut Syukur, pasokan gula dunia kini mendapat tantangan akibat cuaca. Brasil sebagai tumpuan, ternyata mengalami kebakaran ladang tebu yang berimbas pada produksi. India kini lebih fokus pada kebutuhan dalam negerinya sehingga mengurangi ekspor gulanya. Sedangkan produksi gula Thailand juga mengalami penurunan terimbas cuaca panas. 

Gapgindo beranggotakan delapan pabrik gula. Dua anggota Gapgindo melakukan terobosan dengan membuka ladang tebu di lahan rawa di Ogan Komering Ilir (OKI) dan lahan tandus berbatu di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sementara anggota lain yang berada di Jawa menjalin kemitraan dengan para petani. Mereka menerapkan sistem beli putus sehingga petani tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil penjualan tebu mereka. (yen)