Panas tinggi juga tercatat di Thailand, yang berdampak buruk pada ladang tebu.

Tebu | Sumber Foto:Sarah&Jason/Wikimedia
AGRONET – Harga gula Kamis (29/8/2024) terpacu ke titik tinggi sepanjang enam pekan. Dampak ini akibat kekeringan dan panas berkepanjangan menyebabkan kebakaran besar di Sao Paulo, Brasil, yang juga melanda ladang tebu mereka. Brasil adalah penghasil sekaligus pengekspor gula terbesar dunia.
Menurut laman Barchart, Kelompok industri gula Brasil, Orplana, mengatakan bahwa sepanjang akhir pekan lalu, terjadi sekitar 2 ribu kebakaran. Amukan api itu melanda sekitar 80 ribu hektare ladang tebu di Sao Paulo. Sementara Green Pool Commodity Specialists melaporkan, 5 juta metrik ton tebu hancur akibat kebakaran ini.
Badan yang memprediksi hasil panen di Brasil, Conab, memangkas perkiraan produksi gula 2024/2025 di pusat penghasil gula terbesar Brasil. Perkiraan ini menunjukkan penurunan dari semula 42,7 juta metrik ton menjadi 42 juta metrik ton. Penyebabnya adalah hasil ladang yang berkurang akibat kekeringan dan panas berkepanjangan.
Terendah di Thailand
Panas tinggi juga tercatat di Thailand, yang berdampak buruk pada ladang tebu. Pada 6 Mei, Departemen Meteorologi Thailand mengatakan bahwa sekitar separuh dari 77 provinsi di sana mengalami panas tertinggi pada April lalu. Bahkan suhu mencapai rekor tertinggi setelah 1958.
Sementara pabrik gula juga mencatat produksi tahun ini ada di titik terendah dalam 13 tahun terakhir. Thailand adalah eksportir gula terbesar nomor dua dunia dan produsen terbesar nomor tiga. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










