Mekanisasi juga menjadi tantangan karena belum menemukan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang spesifik untuk lahan rawa.

Mekanisasi Jadi Solusi dan Tantangan di Lahan Tebu Rawa PT PNS

Sabtu, 17 Agustus 2024, 07:58 WIB

Lahan tebu di tanah rawa milik PT PNS di OKI< Sumtra Selatan. | Sumber Foto:Dok. PT PNS

AGRONET – Mekanisasi di lahan tebu rawa menjadi solusi saat PT Pratama Nusantara Sakti (PNS) mengalami kelangkaan sumber daya manusia manusia. Namun, mekanisasi juga menjadi tantangan karena mereka belum menemukan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang spesifik untuk lahan rawa.

“Kami membutuhkan sekitar empat ribu SDM, tapi yang ada baru tiga ribu orang. Maka mekanisasi menjadi jawabannya,” ujar Director of Business Support PT PNS Isman Herianto, di kantor Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo), Jumat (16/8/2024).

Namun, lahan tebu PT PNS yang berada di rawa membutuhkan alsintan yang spesifik. Hingga kini, mereka masih terus mencari alsintan yang sesuai dengan kebutuhan lahan. Gapgindo mempertemukan PT PNS yang menjadi anggota ini dengan salah satu vendor penyedia alsintan di Indonesia, Jumat. 

"Ini salah satu bentuk upaya Gapgindo dalam memfasilitasi kebutuhan setiap anggota kami," ujar Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro kepada Agronet

PT PNS menggunakan alat dan fasilitas modern untuk membuka lahan rawa yang disulap menjadi ladang tebu. Alih fungsi rawa yang ditanami tebu oleh perusahaan ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia.

 

Pertama di Indonesia

Diskusi pun berlangsung dinamis. Isman memaparkan kebutuhan lahan tebu milik PT PNS yang berlokasi di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Selama ini PT PNS telah menerapkan sistem dam, yang dapat diatur saat air pasang. Namun, katakteristik tanah di lahan rawa membutuhkan alsintan khusus. Menurut Isman, alsintan biasa melesak ke dalam lahan yang amat berair.

Saat ini, PT PNS masih melakukan penanaman dengan sistem manual. Namun, mereka berharap mekanisasi dapat segera  dilakukan untuk proses pemanenan. 

PT PNS saat ini memiliki sekitar 30 ribu hektare lahan tebu. Sebagian lahan tersebut berada di lahan yang sepenuhnya tanah rawa. Lahan tersebut memiliki kemampuan produktivitas lahan rata-rata 80 ton tebu per hektare, bahkan ada lokasi yg sudah mencapai 120 ton tebu per hektare. Sedangkan rendemen saat ini rata-rata 7 persen. PT PNS memiliki target rendemen sekitar 11-12 persen. (yen)