
Hari Pangan Sedunia XXXVII | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan
AGRONET – Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah kegiatan Hari Pangan Sedunia ke-37. Acara dilaksanakan pada 19 – 22 Oktober. Tema yang diangkat adalah “Change the Future of Migration. Invest in Food Security and Rural Development”.
Tema ini dilatarbelakangi kekhawatiran dunia terhadap generasi muda yang sebenarnya menjadi sumberdaya produktif, lebih memilih bekerja di kota untuk meningkatkan taraf hidupnya. Sehingga, dunia pertanian akan minim generasi penerus. Dibutuhkan investasi jangka panjang pada bidang ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan yang membuat generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian sebagai penghidupan utama.
HPS ke-37 kali ini memiliki 5 rangkaian: 1. Lomba Cipta Menu, 2. Seminar, 3. Diplomatic Tour, 4. Pameran Indoor, Outdoor, Kuliner, dan UMKM serta, 5. Panen Raya Padi dan Launching Ekspor Beras ke Malaysia. Di antara semua rangkaian, Diplomatic Tour adalah salah satu kegiatan yang mempunyai nilai strategis. Rencananya, pada sesi ini dihadiri oleh Duta Besar dan para diplomat negara sahabat serta pimpinan organisasi internasional yang berkantor di Indonesia. Kehadiran beberapa tamu negara sahabat menjadi peluang bagi masyarakat dan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mempromosikan kekayaan budaya dan kerajinan khas setempat.
Para diplomat akan diperkenalkan dengan Teknologi Pertanian Berkelanjutan di Lahan Gambut untuk Tanaman Sayuran yang dapat mengurangi potensi kebakaran lahan dan hutan, meningkatkan pendapatan petani dan mempertahankan ketahanan pangan masyarakat. Seperti diketahui, Kalimantan Barat menjadi rumah bagi 1,5 juta hektar lahan gambut (BPS, 2015) yang meliputi 10,5?ri luas total provinsi ini.
Lahan gambut menjadi lahan marginal yang sulit dimanfaatkan untuk pertanian karena tingginya kadar asam dalam tanah. Untuk mengurangi keasaman tanah dan menaikkan unsur hara dalam tanah, Badan Litbang Pertanian memperkenalkan Teknologi Pertanian Berkelanjutan. Teknologi cocok digunakan pada lahan gambut untuk tanaman sayuran yang mengkombinasikan abu dari pembakaran gulma terkontrol, pupuk kandang, dan sistem drainase yang tepat.
Para diplomat juga diajak untuk menghayati kearifan budaya lokal. Pengenalan budaya asli Dayak dan Melayu melalui kunjungan ke bangunan simbol budaya tersebut. Yaitu, rumah asli budaya Dayak dan rumah asli budaya Melayu. Para tamu undangan juga akan diajak mengunjungi Museum Provinsi Kalimantan Barat yang memaparkan bukti-bukti sejarah kedua budaya tersebut.
Para tamu akan melihat aneka koleksi hasil kerajinan tangan masyarakat setempat di Outlet Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), di kompleks Museum Provinsi Kalimantan Barat. Beberapa hasil kerajinan akan dijadikan souvenir untuk para diplomat. Agenda penanaman pohon juga dikedepankan. Kegiatan Diplomatic Tour akan diakhiri dengan jamuan makan malam oleh Gubernur Kalimantan Barat dan presentasi potensi investasi di Kalimantan Barat. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










