Badan Dunia Gandeng Indonesia Atasi Sampah Plastik

Kamis, 27 September 2018, 11:15 WIB

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan (dua dari kiri) dalam forum ekonomi dunia di New York, Amerika Serikat.

AGRONET -- World economic forum (WEF) atau forum ekonomi dunia mencanangkan global plastic action partnership (kemitraan aksi plastik global) atau GPAP. Indonesia dipilih sebagai mitra pertama karena sedang aktif memerangi sampah terutama sampah plastik dan sudah mencanangkan rencana aksi nasional untuk mengurangi sampah hingga 70 persen hingga tujuh tahun ke depan. 

GPAP merupakan bentuk kemitraan antara dunia bisnis, pemerintah nasional/lokal, badan donor internasional, kelompok masyarakat, dan para ahli untuk bekerja sama mengurangi sampah plastik. Pencanangan gerakan ini dilakukan di New York, Amerika Serikat, kemarin (25/9).

WEF berharap dengan menggandeng Indonesia, gerakan ini akan berdampak lebih luas. “Kami membutuhkan kepemimpinan untuk menggerakkan aksi besar masyarakat, industri, dan berbagai unsur lain untuk mengamankan masa depan laut kita. Kehidupan manusia amat begantung pada laut,” kata Dominic Waughray, head of the centre for global public goods, WEF.

Menurut Dominic, GPAP akan menyediakan mekanisme untuk mendukung kolaborasi antara inisiatif yang muncul secara global. Kemudian menyediakan jaringan ahli yang mudah diakses dan juga berfungsi sebagai ajang pertukaran wawasan dan pengalaman.

Indonesia yang diwakiili oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan, dalam forum mengatakan masih banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam upaya mengatasi masalah sampah laut.  “Kami tidak bisa melakukan sendiri. Melalui GPAP kami berharap kerja sama global dalam mengurangi limbah plastik akan menjadi semakin terorganisir, efektif, dan sistematis,” ujarnya.

Luhut dalam sambutannya menyatakan, Indonesia telah bekerja sama dengan bank dunia untuk melakukan penelitian. Hasilnya diketahui 80 persen limbah plastik laut di Indonesia berasal dari 87 kota di Indonesia yang kebanyakan adalah kota-kota di Pulau Jawa. Presiden Joko Widodo telah menandatangani keputusan presiden untuk melaksanakan rencana aksi nasional dengan fokus pada 87 kota dan menetapkan target nasional untuk memerangi sampah plastik.

WEF akan memilih dua negara lagi sebagai mitra dalam beberapa bulan mendatang. Kemitraan ini didanai dan didukung oleh pemerintah Kanada dan Inggris, serta beberapa perusahaan, yaitu the coca-cola company, dow chemical, dan pepsico foundation. (Maritim/591)

BERITA TERKAIT