
Ikan
AGRONET- Ekspor Ikan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun 2018 ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan pada triwulan pertama meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sekitar 2000 ton sementara tahun 2017 hanya 991 ton.
Menurut Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Babel, M Darwin Syah P, peningkatan jumlah tersebut disebabkan oleh bertambahnya negara yang menjadi tujuan ekspor, salah satunya adalah Vietnam. Saat ini, lanjutnya, tujuan ekspor ikan dari Babel masih didominasi oleh Malaysia dan Singapura. “Aktivitas illegal fishing mulai berkurang, sehingga hasil tangkapan nelayan juga meningkat,” ungkapnya Minggu (22/4).
Seiring dengan meningkatnya jumlah ekspor tersebut, lanjutnya, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas ikan. Pasalnya komoditas ikan yang tersedia saat ini masih tingkat B, sedangkan untuk bisa menembus pasar Eropa dan Amerika, kualitasnya harus tingkat atau level A. Oleh karena itu, lanjutnya, harus ada pembinaan pada nelayan tentang cara penanganan ikan yang baik agar nantinya kualitas dan mutu ikan di Babel lebih terjamin.
Dia juga menjelaskan mutu ikan di Babel saat ini sebenarnya cukup baik. Ini terbukti dengan tidak adanya masalah saat ekspor ke negara Vietnam.
Adapun komoditas ikan yang sering diekspor, tutur Darwin, adalah pari, ikan ekor kuning, cumi-cumi, manyung, senangin, rajungan, bawal hitam, udang, tengiri, kerisi dan lainnya. Sedangkan untuk komoditas ekspor hidup masih didominasi oleh ikan kerapu. (Biro Humas KKP/777)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










