
Dr. Deden Saprudin saat memaparkan penelitiannya
AGRONET - Dialah Dr. Deden Saprudin, M.Si. Dosen dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor. Kiprahnya menjadi dosen dimulai sejak 1994.
Saat itu, Departemen Kimia IPB masih sangat baru. Masih sedikit orang. Deden, memutuskan untuk mengabdikan diri berkonsentrasi pada bidang kimia analitik.
Menurutnya, kimia analitik sangat penting. Ilmu ini berkaitan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Sebuah disiplin ilmu yang dapat digunakan untuk mengembangkan alat atau suatu metode guna mengetahui dan mendeteksi unsur dalam senyawa.
Sejak lulus S3 pada 2012, Deden mulai menekuni bidang nanomagnetit. Nanomagnetit memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk dunia pertanian. Nanomagnetit dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas hasil tanaman pertanian; memiliki fungsi seperti hormon pertumbuhan.
Saat ini, nanomagnetit baru diujicobakan pada tanaman yang masih berkecambah. Ke depan, aplikasinya semakin meluas, ke berbagai jenis tanaman dewasa.
Sebagai dosen dan peneliti, Deden hanya lelaki biasa. Ia, manusia pada umumnya. Memiliki sejarah yang panjang dan perjalanan hidup. Usai lulus SMA, ia bekerja sementara di Industri Kain Ban. Itu dilakukan selama satu bulan, sambil menunggu pengumuman lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Modal awal untuk bisa menuntaskan pendidikan S1 hanya uang sebesar 200 ribu rupiah. Uang pemberian Sang Kakek. Kedua orang tua hanya mampu membiayai sampai SMA.
Selama menempuh kuliah S1, ia aktif mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar. Honor yang didapat digunakan untuk menyokong kebutuhan sehari-harinya. Usai lulus S1, Deden mengabdikan diri di Departemen Kimia IPB, juga sambil mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar.
Deden, adalah penerima beasiswa Program Pascasarjana. Moto hidupnya adalah: Menjadi insan kamil yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan cuma memiliki kemampuan intelektual yang baik, tapi juga memiliki bekal batin yang cukup dan dapat menghidupi diri sendiri maupun orang lain.
Selain menjadi dosen aktif, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Kimia IPB. Ia pernah menjadi anggota Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Cabang Jawa Barat pada 2002 – 2007. Saat ini aktif sebagai pengurus HKI Pusat di bagian riset dan inovasi, serta anggota Electro Chemical Society (ECS).
Aktivitas lain yang digelutinya adalah melatih peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia tingkat SMA dan mengadakan pelatihan instrumentasi kepada guru-guru di Kota Bogor. Pada 2013, ia pernah mengikuti pertemuan ECS yang diselenggarakan di Kanada. Sebuah pertemuan yang membahas tentang nanomagnetit.
Beberapa ajang internasional juga pernah diikuti. Di antaranya, International Workshop on Asian Ffield Science Network di Kochi University pada 2009 dan International Congress for Analytical Science (ICAS) di Kyoto pada 2011. (Humas IPB/UD/NM/111)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










