
Beras Kencur dan Kunyit Asam produk
AGRONET - Orang sekarang kebanyakan lebih menyukai soft drink ketimbang minum jamu yang memiliki sejuta khasiat. Harus diakui, soft drink yang disadari kurang baik untuk kesehatan karena mengandung soda, ternyata lebih diminati dibanding jamu yang dapat membuat badan lebih sehat. Fenomena ini membuat John Hartomo menjadi gemas dan kemudian berinisiatif mengubah jamu menjadi minuman penyegar.
”Saya ingin mengubah imej bahwa jamu itu pahit, tidak enak rasanya, dan bau menjadi minuman segar yang bisa dinikmati kapanpun, tanpa harus menunggu sakit dulu,” jelasnya ketika ditemui Agronet di rumahnya di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (1/9.
Ketika harus mencari nama untuk minuman produksinya, John terinspirasi dengan kata ”Sruput”. ”Sruput” atau ”Seruput”, adalah sebuah gambaran seseorang yang minum sesuatu dengan cara menghisap atau menghirup. Minum dengan cara menyeruput menggambarkan kenikmatan minum yang lebih dibandingkan dengan cara biasa. Kata ”Sruput” yang kemudian oleh John Hartomo diubah menjadi ”Sruputan”, dijadikan sebagai merek minuman produksinya.
John tidak pernah menyerah berkali-kali mencoba mencari formula jamu kunyit asem yang pas agar menjadi sebuah minuman yang menyegarkan dengan rasa ”yang lebih modern” dan disukai masyarakat. Kegagalan John yang masih di bawah 20 kali itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan jumlah kegagalan Kolonel Harland David Sanders yang mencoba menawarkan resep ayam gorengnya. Kolonel Sanders yang kita kenal sebagai pendiri Kentucky Fried Chicken, baru berhasil pada usahanya yang ke 1.008.
Tidak jarang John harus membuang begitu saja produk hasil eksperimennya karena dia merasa belum sesuai dengan yang diinginkan. Semua langkah dan hasil percobaannya dicatat dengan rinci, baik itu rasa dan aroma.

John juga membagikan produk hasil percobaannya kepada tetangga maupun koleganya yang datang ke rumahnya. Dia berharap, tetangga dan koleganya dapat memberikan masukan setelah mencicipi minuman buatannya. ”Ini menjadi catatan berharga bagi kami, agar kami bisa memperbaiki produk,” katanya seraya menuangkan produk kunyit asem di gelas yang kemudian diberikan kepada Agronet.
”Sruputan” yang dikemas dalam botol ukuran 250 ml memiliki dua varian; beras kencur dan kunyit asam. Beras kencur dijual dengan harga Rp 8.000 per botol dan kunyit asam Rp 7.000 per botol.
Saat ini peredaran ”Sruputan” sudah menjangkau ke berbagai tempat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. ”Sruputan” memang belum menjangkau daerah yang lebih jauh karena John khawatir jika produk minumannya cepat kadaluwarsa karena waktu pengiriman yang lebih lama.
John memang tidak menggunakan bahan pengawet pada semua produk minumannya, sehingga tidak dapat disimpan pada suhu ruangan. Agar dapat tahan hingga satu minggu atau lebih, ”Sruputan” harus disimpan dalam lemari es.
John berharap ”Sruputan” dapat menjadi minuman wajib keluarga, karena memang lebih sehat untuk tubuh dan dapat meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia. Semua bahan bakunya asli dari Indonesia, tidak ada campuran bahan kimia, pewarna, apalagi pengawet.
Untuk keamanan dan perizinan, semua varian ”Sruputan” telah didaftarkan di Dinas Kesehatan. Petugas dari Dinas Kesehatan pun telah mendatangi tempat produksinya untuk melakukan pengecekan proses produksi dan penanganan pasca produksinya. (020/018)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










