Bantul Kembangkan Kawasan Wisata Bahari di Hutan Mangrove

Jumat, 05 Januari 2018, 20:03 WIB

Pohon mangrove dapat menahan laju abrasi pantai hingga meredam gelombang tsunami.

AGRONET - Keluarga Pemuda-Pemudi Baros (KP2B) mengembangkan obyek wisata edukasi bahari. Di lahan yang memiliki luas mencapai 7 hektar. Berada di kawasan Hutan Mangrove, di sekitar muara Sungai Opak, Pedukuhan Baros, Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta.

Divisi Konservasi KP2B, Dwi Ratmanto menyebutkan masih ada potensi 25 hektar lagi di kawasan muara Sungai Opak, yang berpotensi ditanami mangrove. Pohon ini memiliki berbagai manfaat, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga bisa menahan laju abrasi pantai hingga meredam gelombang tsunami.

”Mangrove di zona inti pohonnya sudah tinggi antara 8 sampai 9 meter dan luasnya sudah 2,8 hektar. Yang tingginya 3 meteran hampir tiga hektar. Jadi, lahan muara yang sudah tertutup mangrove sekitar 6 sampai 7 hektar,” ungkap Dwi, Kamis (4/1).

KP2B juga bekerjasama dengan Pokdarwis setempat untuk membuat wisata susur sungai sejauh 1,5 kilometer, dengan rute dari Pengklik Samas hingga Hutan Mangrove di sekitar Muara Sungai Opak. ”Wisata susur sungai tetap jalan, tapi menunggu air pasang perahu bisa jalan. Tamu tetap kita jadwal karena ada beberapa paket wisata pendidikan, seperti pertanian, perikanan dan kehutanan,” tambahnya.

Khusus untuk wisata susur sungai, di kawasan Hutan Mangrove Baros, disediakan 7 unit perahu nelayan yang sudah didesain untuk perahu wisata, masing-masing berkapasitas 15 penumpang. (KBRN/111)