Mayoritas petani menggunakan Bulu Lawang (BL) sangat cocok untuk daerah tadah hujan dengan tekstur tanah liat.

Petani Tebu Lamongan Diajak Berinovasi

Sabtu, 08 Juli 2023, 11:03 WIB

Tebu | Sumber Foto:Schreib Engel/Pixabay

AGRONET -- Petani tebu Kabupaten Lamongan diajak berinovasi agar produktivitas dan kualitasnya meningkat. Pemerintah Kabupaten Lamongan mengatakan inovasi diperlukan sebab kemajuan teknologi sangat membutuhkan keterampilan petani agar mampu beradaptasi. Selain itu, inovasi juga dapat mengatasi permasalahan pupuk.

"Tebu merupakan salah satu potensi di bidang pertanian Lamongan, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Lamongan mengajak para petani lebih berinovasi saat melakukan penanaman mulai dari penggunaan alat, pembuatan pupuk organik, dan lain sebagainya," kata kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat melakukan panen tebu, Rabu (5/7/2023) di Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Lamongan.

"Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan akan terus mendampingi petani tebu melalui pelatihan-pelatihan agar memaksimalkan kapasitas petani," tambah Yuhronur.

Tebu merupakan potensi pertanian Lamongan karena 10 dari 27 Kecamatan di kabupaten ini merupakan penghasil tebu. Kecamatan-kecamatan itu antara lain Kecamatan Mantup, Kecamatan Kembangbahu, Kecamatan Tikung, Kecamatan Sambeng, Kecamatan Ngimbang, Kecamatan sukorame, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Modo, Kecamatan kedungpring dan Kecamatan Sugio.

Melalui siaran pers Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Moh. Wahyudi, mengatakan luas tanaman tebu tahun 2022 ialah 3.601 hektar. Dari seluruh lahan dapat menghasilkan 226.994 ton gula dengan provitas 613 kuintal per hektar.

Kualitas yang dihasilkan juga sangat bagus karena rendemennya mencapai rata-rata 7,5 persen.

"Potensi tebu di Lamongan dapat dikatakan besar karena penghasil tebu tersebar di 10 kecamatan dan tentu ditunjang dengan kualitas yang bagus jika dilihatbdari rendemennya," kata Wahyudi saat melakukan panen tebu di lahan seluas 2,4 hektar.

Dalam pemilihan varietas, mayoritas menggunakan Bulu Lawang (BL) yang termasuk kategori tebu akhir (usia penanaman satu tahun). Varietasnya sangat cocok untuk daerah tadah hujan dengan tekstur tanah liat.

Sebelumnya dilaporkan, di Lamongan pada hari yang sama, pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) mulai menggelar panen raya tebu 2023. Pabrik gula ini membidik target rendemen sebesar delapan persen.

Kegiatan ini dihadiri oleh bupati, Forkompinda , camat, dan kepala desa setempat. Hadir pula perwakilan dari Bank BNI, Bank BRI, dan Direktur Operasional PT. KTM SJ. Agus Susanto.

Dalam panen raya kali ini, pabrik gula KTM akan menggiling  1,5 metrik ton tebu. “Target rendemen kami sebesar delapan persen. Jika ini tercapai, maka kami akan dapat menghasilkan Gula Kristal Putih ( GKP ) Premium sebanyak  120 ribu metrik ton,” ujar Direktur Operasional PT. KTM SJ. Agus Susanto. (tar)