Ketatnya persedian dan tingginya biaya untuk industri gula yang tinggi energi mendorong rata-rata harga gula putih di Eropa berada di angka tertingginya.

Produksi Gula Uni Eropa Musim 2023/2024 Bakal Naik 6 Persen

Kamis, 06 Juli 2023, 06:50 WIB

Gula | Sumber Foto:Dietmar Rabich /Wikimedia

AGRONET -- Komisi Eropa memperkirakan produksi gula Uni Eropa pada musim 2023/2023 akan pulih sekitar 6 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 15,5 juta metrik ton. Namun persedian akhir akan tetap terbatas karena rendahnya impor dan naiknya ekspor.

Ketatnya persedian dan tingginya biaya untuk industri gula yang tinggi energi mendorong rata-rata harga gula putih di Eropa berada di angka tertingginya. Kantor berita Reuters melaporkan, Komisi Eropa memprediksi produksi gula 27 negara anggota Uni Eropa akan terhubung dengan naiknya lahan gula bit di Polandia. Produksi di negara itu akan mengkompensasi turunnya produksi di Prancis dan Jerman, dua produsen gula terbesar Eropa.

Dalam laporan yang diunggah di situsnya, Selasa (4/7/2023), Komisi Eropa memprediksi impor gula Uni Eropa pada Oktober/Desember musim 2023/2024 akan turun dari 3,15 juta ton pada musim 2022/2023 menjadi 2,65 juta ton. Tapi masih di atas musim 2021/2022 yang hanya 2,28 juta ton.

Data bea cukai Uni Eropa menunjukkan impor Uni Eropa dari Ukraina naik setelah blok itu, sebanyak 345,282 ton gula dari Oktober 2022 sampai Mei 2023. Ini jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya pada periode yang sama yang hanya 12,448 ton. Dari angka itu 31 persen impor datang ke Romania dan 12 persen ke Polandia.

Namun, Komisi Eropa mengatakan ekspor gula Uni Eropa pada musim 2023/2024 akan pulih. Persedian gula Uni Eropa pada akhir musim depan diperkirakan seketat musim saat ini, sekitar 1,35 juta ton dibandingkan 1,31 juta ton.

Dalam data yang dipublikasikan di situsnya, Komisi Eropa mengatakan rata-rata harga gula putih di Uni Eropa pada Mei sekitar 814 euro per ton, naik 80 persen dibanding tahun sebelumnya. (tar)