Ketersediaan dalam negeri sudah hampir habis dan konsumsi untuk konsumen akhir sudah pulih.

Gelombang Panas Diprediksi Dongkrak Impor Gula China

Sabtu, 01 Juli 2023, 18:45 WIB

Es teh menjadi salah kegemaran warga China saat suhu panas. | Sumber Foto:Wallpaperflare

AGRONET -- Gelombang panas dan tradisi masyarakat China meredakannya dengan es teh dan makanan manis dingin diprediksi akan menaikkan impor gula Negeri Tirai Bambu. Wilayah utara China dilanda gelombang panas. Suhu udara di Beijing dan Tianjin tembus rekor terpanas.

Cuaca panas diperkirakan akan menaikkan konsumsi minuman dingin dan makanan manis hingga mendorong permintaan gula di China.  Tren kenaikan ini biasa terjadi pada musim panas. Hal ini akhirnya memperketat pasar gula domestik setelah penghasil gula terbesar di China, Guangzi, dilanda cuaca buruk pada musim 2022/2023.

Selain ini musim tanam baru yang dimulai pada Oktober beresiko diterpa fenomena El Nino yang akan memperburuk gelombang panas di selatan China. Disanalah sebagian besar ladang tebu tumbuh.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/6/2023), kurangnya pasokan di pasar domestik akan mendorong China mengimpor lebih banyak gula, sehingga mendongkrak harga internasional. Namun, pembelian gula China tahun ini masih terbilang rendah. Pada lima bulan pertama tahun ini, impor China bahkan turun 35 persen dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data perusahaan konsultan komoditas Mysteel, pembeli rugi 200 sampai 500 yuan atau 28 sampai 69 dolar AS untuk setiap ton gula impor yang diproses di luar sistem kuota. Angka ini lebih baik dibandingkan kerugian 1.000 yuan per ton beberapa hari yang lalu.

Setiap tahun, China menetapkan kuota impor gula sebanyak 1,945 juta ton, dengan pajak impor sebesar 15 persen. Gula yang diimpor di luar kuota dikenakan pajak hingga 50 persen, tetapi pemerintah mengendalikan izin khusus. Data bea cukai menunjukkan lima bulan pertama tahun ini China mengimpor 1,06 juta ton gula.

Dalam laporan gula pertengahan tahun yang dirilis pekan ini CITIC Futures mengatakan hanya masalah waktu sebelum impor di luar kuota menguntungkan. Ketersediaan dalam negeri sudah hampir habis dan konsumsi untuk konsumen akhir sudah pulih.

Data terbaru dari Asosiasi Gula China menunjukkan, penjualan gula pada Mei naik 17,5 persen dari tahun lalu menjadi 1,1 juta ton. Sementara persediaan industri gula turun lebih dari 30 persen pada akhir Mei.

Dalam catatannya, Holly Futures mengatakan, sejauh ini impor gula China masih rendah dan ketersediaan turun. Penurunan harga akhir-akhir ini akan mendongkrak permintaan. (tar)