
Kopi di Aceh Tengah memiliki branding dengan nama Kopi Arabica Gayo.
AGRONET - Gayo merupakan dataran tinggi provinsi Aceh yang berada di Kabupaten Aceh Tengah. Tanoh (Tanah) Gayo terkenal dengan komoditas kopi yang kini telah mendunia. Ribuan hektar lahan perkebunan yang ada di Aceh Tengah, rata-rata ditanami kopi. Ada juga beberapa komoditas unggulan lainya di wilayah ini seperti jeruk, alpukat, kentang dan sejumlah tanaman sayur lainya.
Aceh Tengah memilik danau laut tawar. Danau yang diperkirakan telah berada sejak jaman purbakala itu dikelilingi bukit dan pegunungan. Sepanjang mata memandang, daerah ini dihiasi pemandangan yang indah bak seperti negeri lukisan.
Sabtu (16/12) penduduk Desa Gunung Suku, Kecamatan Lut Tawar secara swadaya menggelar Festival Panen Kopi di desa setempat. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia perkopian Tanoh Gayo ke mata dunia sekaligus untuk melestarikan budaya masyarakat Gayo yang sebagian besarnya bermata pencaharian dari perkebunan kopi.
Festival Panen Kopi Gayo turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah serta Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin dan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Kebudayaan serta anggota DPR Aceh. Wagub Aceh disambut langsung oleh para ketua adat dan Reje (kepala desa) setempat bersama ratusan masyarakat. Tarian adat Gayo ikut mengiringi penyambutan kedatangan rombongan Wagub.
Di hadapan warga, Nova mengatakan bahwa kopi merupakan identik dengan masyarakat Gayo. Diharapkan kopi Gayo menjadi pengendali ekonomi masyarakat setempat. "Dunia sekarang tidak perlu ada penghormatan yang berlebihan dan peraturan yang lebay. Tapi kita harus tunjukan perekonomian yang merakyat. Komoditas kopi gayo harus tumbuh dari rakyat, datang dari bawah dari rakyat. Kemudian menginisiasi sesuatu kepada kami-kami di atasan tanpa ada hambatan apapun. Kita harus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Jangan ada konflik dalam dunia perkopian di Gayo,” ujar Nova.
Kopi Gayo memiliki kualitas yang cukup bagus bahkan tidak dimiliki oleh negara manapun. Kopi Gayo terkenal dengan kualitas dan cita rasa yang khas, karena tanaman Kopi Gayo tidak ditanami dengan pupuk kimia. Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengungkapkan, 80 persen ekonomi masyarakat Aceh Tengah bergantung pada kopi.
"Kopi di dataran tinggi Gayo boleh kita sebut indentik dengan perekonomian masyarakat. Manakala harga bagus, produksi tinggi, maka perekonomian masyarakat akan berkembang. Tapi sebaliknya, jika harga kopi melesu, maka perekonomian masyarakat pun akan terganggu. Ekonomi Aceh tengah ini dari kopi. Kerena sebagian besar masyarakat hidup dari kopi. Petani, pedagang, industri dan eksportir kopi, itu semuanya dari masyarakat," ujarnya.
Kini, kopi di Aceh Tengah memiliki branding dengan nama Kopi Arabica Gayo. Sejumlah negara telah melirik dan menjadi tujuan importir. Amerika menjadi tujuan negara eksportir terbesar Kopi Arabica Gayo, termasuk beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Finlandia serta sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Jepang. (KBRN /111)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










