DPD Pemuda Tani Sebut Pemuda Lebih Suka Jadi Buruh

Minggu, 17 Desember 2017, 20:41 WIB

Rata-rata pemuda lebih tertarik dengan bekerja sebagai buruh pabrik. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET - Ketua DPD Pemuda Tani Jawa Timur, Durrul Izza Al-Fatawi mengatakan, untuk mewujudkan kedaulatan pertanian, ada lima persoalan yang harus dipecahkan, yakni, petani harus berdaulat benih, daulat produksi, daulat teknologi, daulat lahan dan daulat pasar.

“Persoalan ini hampir terjadi di seluruh Indonesia, oleh karenanya kita hadir untuk membantu mengatasi persoalan tersebut,” katanya usai acara panen raya dan pelantikan pengurus pemuda tani di Kabupaten Bondowoso, Minggu (17/12).

Izza menjelaskan, daulat benih yang dimaksud adalah, petani harus memiliki benih sendiri. Sedangkan untuk daulat produksi, pemuda tani diharapkan mampu mengelola produksi secara efektif dan efisien, tidak tergantung dari obat-obatan kimiawi. Sementara untuk daulat teknologi, pemuda tani harus mampu menciptakan teknologi-teknologi baru. Izza mengaku, pemuda tani telah mampu menciptakan teknologi untuk organik.

Selanjutnya, yaitu daulat lahan. Rata-rata petani di Jawa Timur memiliki lahan pertanian seluas 0,2 hektar. “Memang ada proteksi dari pemerintah terhadap lahan pertanian yang tidak boleh beralih fungsi, hanya saja jumlah secara keseluruhan masih kita data,” jelasnya. Yang terakhir adalah daulat pasar. Jika hasil produksi pertanian baik, maka dipastikan pangsa pasarnya juga baik, dengan catatan, pemerintah harus hadir mengambil peran pemasaran.

“Pemerintah harus mengkaji untuk melakukan ekspor komoditi pertanian. Jika tidak, maka petani yang akan dirugikan,” katanya. Dewasa ini, petani muda menurun drastis. Rata-rata pemuda lebih tertarik dengan bekerja sebagai buruh pabrik, karyawan atau wiraswasta dibandingkan menjadi petani. Mayoritas alasan para pemuda enggan menjadi petani karena pekerjaan petani kurang ‘seksi’.

“Ini PR kita, bagaimana membuat sektor pertanian menjadi seksi, caranya adalah dengan memahami hitung-hitungan bisnis tentang pertanian,” katanya. (KBRN/111)