Oleh : lutfi setyo wibowo

Jamur dan Mikotoksin Berbahaya bagi Budidaya Ayam, Inilah Penyebabnya

Rabu, 28 Juni 2017, 21:59 WIB

Peternakan Ayam | Sumber Foto:pixabay.com

Para peternak ayam sering menilai bahwa jamur dan mikotoksin tidak berbahaya, padahal dua microba ini sangat merugikan kelangsungan hidup budidaya ayam karena bisa merusak organ-organ vital ayam.

Para peternak sering menilai bahwa jamur dan mikotoksin adalah sama, penanganannya sama dan pencegahannya pun sama. Padahal kurang tepat, karena jamur merupakan suatu organisme hidup eukariotik yang bersel tunggal/ banyak dan tidak memiliki klorofil. Sedangkan mikotoksin adalah racun yang ditimbulkan oleh jamur. Dengan kata lain jamur merupakan benda hidup dan toksin merupakan benda mati.  

Mikotoksin    Jamur yang Memproduksi Bahan Baku yang Terkonaminasi
Aflatoksin Aspergillus flavus, Aspergillus paracitusJagung, kedelai, kacang, biji kapok
Fumonisin    Fusarium vercilloides, Fusarium proliferatum  Jagung
Ochratoksin A Aspergillus ochaceus, Aspergillus nigri, Penicillium verrucosum Jagung, gandum, barley, oat
Trichothecenes    Fusarium graminearum, Fusarium culmorum Jagung, gandum, barley
Zearalenone    Fusarium graminearum    Jagung, gandum, barley

Sumber : bethnagar et al, 2004

Penyebab timbulnya jamur dan mikotoksin ada berbagai macam, seperti : kadar air bahan baku pakan >=14, kulit biji yang rusak dikarenakan pemanas berlebih atau saat penggilingan, penyimpanan yang terlalu lama.

KONDISI BIJI      
Utuh 5        830    35
Pecah 55    62    65    83

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang sinergis antar lama penyimpanan dan kulit biji yang rusak terhadap jamur yang terkandung didalam pakan. Jamur dan Mikotoksin ini sangat berbahaya dan merugikan dalam budidaya ayam karena merusak organ-organ vital diantaranya :     

Tembolok merupakan organ yang diserang oleh candidiasis albicans (jamur). Tembolok sendiri berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara sebelum didistribusikan ke ampela (ventrikulus). Kontaminasi candidiasis albican di tembolok akan menyebabkan ayam tidak nafsu makan dan menimbulkan kematian. Candidiasis albicans ini bisa menyerang di ayam umur tua ataupun muda. Gejala yang ditimbulkan biasanya ayam banyak mati di malam hari, posisi kematian dalam keadaan duduk (bukan terlentang) karena lemas, jika di cek tidak ada pakan sama sekali di tembolok dan tembolok terasa lengket. Untuk gejala yang di timbulkan di ayam kecil terlihat dari nafsu makan ayam (feed intake harian) yang tidak tercapai sesuai standar, padahal rasio pemanas, tempat pakan, tempat minum dan sekam sudah sesuai standar.

Organ penting kedua yang diserang oleh mikotoksin adalah gizzard/ventrikulus. Gizzard berfungsi untuk mencerna makan secara mekanik dengan bantuan grit yang sudah ada dalam pakan. Kontaminasi mikotoksin menyebabkan gizzard luka. Dikarenakan fungsi gizzard adalah untuk menghaluskan pakan sebelum didistribusikan ke usus untuk diserap, kerusakan yang ditimbulkan oleh gizzard akan menyebabkan pakan tidak dihaluskan secara baik. Hal ini menyebabkan butiran-butiran pakan masih kasar, yang menyebabkan usus tidak bisa menyerap secara maksimal nutrisi yang ada didalam pakan. Ini akan berdampak pada bentuk kotoran yang masih dalam bentuk pakan, Fcr tentunya akan bengkak. Penanganan untuk mengobati gizzard ini membutuhkan waktu yang lama, yaitu 2 minggu. Sehingga tidak efektif jika dilakukan pengobatan, namun hal ini bisa dicegah dengan memberikan toxin binder secara berkala semasa pemeliharaan ayam dari umur muda.

Organ penting ketiga yang diserang oleh mikotoksin maupun jamur adalah ginjal. Fungsi ginjal adalah vital, sangat penting dalam kehidupan ayam. Ginjal juga tidak dapat diregenerasi seperti organ hati, jika sudah rusak susah untuk diobati. Ginjal yang rusak akan mengakibatkan keseimbangan osmotik cairan tubuh menjadi kacau/tidak terkendali, sehingga akan menyebabkan kematian. Kerusakan diginjal dapat dilihat dikotoran ayam yang akan tampak lebih putih dari biasanya. Hal ini dkarenakan ginjal mempunyai fungsi untuk menyaring sisa hasil perombakan protein berupa asam urat., jika ginjal rusak maka kemampuan untuk menyaring asam urat yang masih bisa didimanfaatkan tubuh menjadi berkurang oleh karena itu akan lebih banyak dikeluarkan diluar tubuh. Kerusakan ginjal yang parah juga akan menimbulkan gout didalam tubuh ayam. Gout sendiri merupakan asam urat yang tidak tertampung diginjal sehingga mengkontaminasi tubuh.

Mustika sebagai perusahaan inti yang kompeten juga sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi potensi kerugian peternak yang diakibatkan oleh jamur dan mikotoksin. Apalagi saat ini pemerintah membatasi import jagung nasional yang menyebabkan pabrik pakan banyak menyerap jagung lokal. Keterbatasan stok dan juga kualitas yang menurun dikarenakan kadar air yang tinggi karena  curah hujan yang tinggi mengakibatkan potensi candidiasis dan mikotoksin meningkat. Penanggulangan inti dengan memberikan pakan yang selalu segar, program penanggulangan jamur dan mikotoksin via pakan dan obat serta meminimalisir pakan mutasi juga harus diimbangi dengan menejemen kandang peternak. Menejemen peternak yang bisa mengurangi potensi naiknya jamur dan mikotoksin dalam pakan adalah 1, Fifo pakan (first in first out), yaitu pakan lama diberikan dahulu, setelah pakan lama habis baru diberikan yang baru datang. Digudang perlu dipisahkan pakan yang baru saja datang dengan pakan yang lebih lama dikandang. 2, Sebaran cahaya dikandang harus merata, peternak disarankan memberikan penerangan yang merata dikandang saat ayam besar, tidak hanya ditengah kandang.

Penyetelan lampu ditengah kandang akan mengakibatkan ayam cenderung menggerombol ditengah, sehingga pakan dipinggir akan lebih lama habis dari pada yang ditengah yang mengakibatkan perkembangan jamur dan mikotoksin meningkat. 3, Rasio tempat minum sesuai standar 1:50. Rasio tempat minum yang lebih tinggi akan mengakibatkan nafsu minum ayam turun, yang menjadikan pakan yang ada ditembolok lebih lama sehingga ada potensi terkena candidiasis albicans. Pengaturan ketinggian tempat pakan juga harus diatur agar tidak terlalu tinggi. Kekurangan minum pada ayam akan mengakibatkan konsumsi pakan turun, ginjal bengkak, candidiasis meningkat dan tidak tercapainya performa maksimal. By lutfi setyo wibowo