Saleh, Petani Milenial Cantik, Bos Ayam Kampung

Selasa, 12 Oktober 2021, 20:46 WIB

Saleh, Petani Milenial Cantik, Bos Ayam Kampung | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Petani kini tidak lagi identik dengan tua dan kotor.  Petani Milenial nan cantik juga telah banyak bermunculan.  Salah satu target Kementerian Pertanian dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern dengan mendorong generasi milenial untuk menjadi wirausahawan muda melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP)

PWMP adalah program pelatihan yang dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam rangka mewujudkan regenerasi petani.  Program ini dirancang untuk penumbuhan, pengembangan, pemandirian minat, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian. 

Menteri Pertaniann, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa PWMP yang dihadirkan Kementan harapannya dapat mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. Menurutnya, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, kaum milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang.  “Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini,” papar SYL.

Hal tersebut dibuktikan oleh salah satu Alumnus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Saleh Rismeita Herlika yang menerima program PWMP. Bertempat di Satuan Pemukiman (SP) 1 Jalur 1 Prafi Mulya, Saleh menjalankan usaha Peternakan Ayam Kampung.  Meski bergelar Sarjana Pertanian Terapan, Saleh lebih senang menjalankan usaha dibidang peternakan dari bidang pertanian ataupun harus bekerja kantoran.

Semangat Saleh dalam menjalankan usahanya dibantu oleh dua rekannya, Erlina Widianingrum dan Rosdiana Sari.  Para dara ini tergabung dalam kelompok usaha yang diberi nama LAKARUM (Ladang Ayam Kampung Rumahan).  Meski tahun pertama menjalankan program PWMP ini akan tetapi Saleh telah mampu memasuki pangsa pasar dengan penjualan pada rumah-rumah makan. Omset yang didapatkan pun sudah mencapai 6 juta dengan kapasitas produksi ayam 70 ekor perbulan.

Saleh menjelaskan awal mula menjalankan usaha dari program PWMP yaitu dengan membeli ayam kampung pada tetangga-tetangga dengan usia sekitar 1-2 bulan, Lalu dipelihara hingga umur 3-4 bulan dengan target untuk dipasarkan.  “Kami menjalankan usaha ini dengan mulai berternak ayam kampung dengan tidak membeli DOC tapi Sekarang kami sudah memiliki indukan sendiri untuk kami kembangbiakkan dan sudah tiga kali proses penetasan sejak usaha ini dijalankan.” ungkap Saleh.

Peluang usaha ayam kampung yang menjanjikan, membuat Saleh tergerak kembali untuk menjalankan usaha peternakan ini setelah sebelumnya pernah terhenti sebelum mendapatkan program PWMP. Menurutnya meski persaingan besar akan tetapi keuntungan yang didapat dari beternak ayam kampung juga besar karena daging ayam kampung jauh lebih enak untuk dikomsumsi jika dibandingkan dengan ayam potong.

Hal tersebut menjadi bukti dari argument Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi bahwa untuk memajukan pertanian Indonesia dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi.  “Generasi milenial harus mampu mengelolah perkembangan pertanian saat ini dengan menggunakan kreativitas dan inovasinya. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” sebut Dedi.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta memberikan apresiasi pada alumnus yang telah mengambil peran untuk mendorong kemajuan Pertanian Indonesia. Khusunya melalui program PWMP, tujuan untuk mengembangkan peluang bisnis bagi lulusan sehingga mampu menjadi job-creator di sektor pertanian (agribisnis).  Salah merupakan salah satu generasi yang mampu mengambangakan usaha pertanian dengan menjalankan usaha ayam kampung.

 

Sumber : Polbangtan Manokwari