
PT Mitratani Dua Tujuh, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. | Sumber Foto:Dok MT 27
AGRONET -- Saat ini pemerintah memberikan banyak kemudahan bagi pengusaha baik pribumi maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga berdampak pada kran persaingan bisnis yang semakin terbuka lebar. Namun hal tersebut ternyata sudah diantisipasi oleh PT Mitratani Dua Tujuh, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang frozeen vegetables, PT Mitratani Dua Tujuh harus mampu mempersiapkan diri menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dan tidak mudah.
“Ada beberapa perusahaan sejenis di Indonesia seperti PT Mitratani Dua Tujuh, baik yang lokasinya jauh maupun yang lokasinya sangat dekat dengan kami,” kata Untung Mulyono, Direktur PT Mitratani Dua Tujuh saat diwawancara pada Senin (16/8).
Untung menjelaskan bahwa kedua perusahaan sejenis tersebut masih terus mengembangkan bisnis mereka terutama dalam hal budidaya. Sebagai perusahaan baru tentunya kendala yang banyak dialami adalah membangun kemitraan dengan petani untuk terus menanam edamame yang mereka butuhkan, sehingga produktivitas dan kualitas tanaman mereka masih jauh dan tidak bisa memenuhi kebutuhan prosesing.
“Dengan adanya kendala tersebut, adanya kompetitor membuat kami harus selalu memperbaiki kinerja baik di sisi on farm maupun di sisi off farm,” jelasnya.
Kehadiran para kompetitor, sambung Untung, sudah diantisipasi oleh tim tanaman PT Mitratani Dua Tujuh dengan menerapkan inovasi baru di bidang budidaya yang sebisa mungkin untuk tidak diketahui oleh kompetitor, meskipun lama-lama kompetitor pun mengetahui dan mengikuti langkah yang sudah dilakukan.
“Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami khususnya tim tanaman untuk terus melakukan inovasi,” ungkapnya.
Untung menjelaskan bahwa PT Mitratani Dua Tujuh memiliki keunggulan di bidang tanaman, sedangkan kompetitor memiliki keunggulan di bidang off farm atau pabrik. Mereka merupakan pabrik baru dan menggunakan mesin modern dengan kapasitas besar. Meskipun dari sisi mesin PT Mitratani Dua Tujuh kalah namun hal ini tidak menyurutkan semangat seluruh karyawan PT Mitratani Dua Tujuh.
“Alhamdulillah, PT Mitratani Dua Tujuh sudah bisa mengelola komplain seminimal mungkin bahkan mencapai zero complaint,” terangnya.
Komplain dari buyer, jelas Untung, disebabkan karena aturan produk makanan di Jepang yang sangat ketat. Apabila dalam satu kemasan produk ditemukan raw material seperti rabut, potongan benang, hingga potongan plastik, walaupun ukurannya sangat kecil pasti akan dikomplain. Namun di PT Mitratani Dua Tujuh, semua itu sudah dapat diantisipasi melalui berbagai proses quality control hingga pengemasan.
“Kami mengakui dari sisi pabrik kalah, namun kami pun terus bergerak melakukan peremajaan bertahap. Yang paling utama adalah sumber daya manusia (SDM)-nya. Selain melakukan inovasi di sisi tanaman dan peremejaan di sisi mesin, kami juga melakukan peningkatan kompetensi SDM secara terus-menerus,” katanya.
Untung menjelaskan pihaknya sangat menyadari bahwa SDM merupakan aset yang paling berharga untuk perusahaan. Untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin tidak mudah maka dibutuhkan SDM-SDM yang berkualitas dan selalu mengikuti perkembangan bisnis.
“Saya terus meningkatkan SDM melalui pelatihan-pelatihan, salah satunya bekerja sama dengan LPP di Jogjakarta yang saat ini masih berjalan. Setiap dua minggu, LPP akan melakukan evaluasi terhadap SDM dan ini sangat membantu kami,” imbuhnya.
Masih menurut Untung, dirinya bersama seluruh karyawan PT Mitratani Dua Tujuh terus membangun komunikasi yang baik dan membangun rasa kekeluargaan yang erat agar setiap karyawan merasa memiliki perusahaan ini sehingga bersama-sama untuk memajukan dan membesarkan perusahaan.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










