Cetak Petani Milenial, Polbangtan Manokwari Lakukan Kolaborasi dengan Pupuk Kaltim

Selasa, 23 Maret 2021, 20:15 WIB

Wujud nyata peningkatan kualitas SDM salah satunya dengan mengandeng PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membahas tindak lanjut kolaborasi yang terjalin, pada Selasa (23/3). | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Pekerjaan Rumah (PR) besar Kementerian Pertanian (Kementan), terlebih saat pandemi Covid-19 melanda, yakni bagaimana mampu menyediakan pangan bagi 270 juta jiwa.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak bosan-bosannya menyampaikan, “Kerja Kolaboratif perlu dilakukan dan berdampak nyata.”

Ketahanan pangan merupakan hal yang penting.  Sektor pertanian membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dengan pihak lain.  Senada dengan arahan Menteri SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan, “Untuk mewujudkan ketahanan pangan, maka dituntut tersedianya SDM Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan jiwa wirausahawan.”

Melalui Unit Pelaksana Teknis bidang pendidikan Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) ketersediaan SDM Pertanian dapat terjamin.  Wujud nyata peningkatan kualitas SDM salah satunya dengan mengandeng PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membahas tindak lanjut kolaborasi yang terjalin, pada Selasa (23/3).

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta dalam sambutan menyampaikan, “Polbangtan Manokwari dalam mencetak SDM Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha dirasa perlu melakukan program magang bagi mahasiswa dan untuk tenaga kependidikan dapat melakukan penelitian pengembangan kompetensi di PT Pupuk Kaltim.”

Berkaitan dengan Tugas dan Fungsi Polbangtan Manokwari sebagai pendidikan vokasi, kolaborasi yang terjalin dapat mendorong penumbuhan petani milenial sebagaimana Program menteri pertanian untuk menciptakan 2,5 juta petani milenial dalam masa kerja 5 tahun.

Menanggapi pernyataan Purwanta, Anggono Wijaya selaku Vice President CSR PT Pupuk Kaltim, “Kami sangat terbuka untuk kegiatan tersebut, untuk daerah yang terjangkau dari Polbangtan manokwari ada di demplok  papua dan papua barat.”  Anggono menambahkan, kegiatan tenaga pendidikan Polbangtan Manokwari yang hendak melakukan penelitian yang berkaitan dengan penggunaan pupuk hayati atau pupuk organik dapat melakukan konfirmasi untuk melakukan kerjasama.

Saat ini Pupuk Kaltim memiliki program CSR untuk melakukan pemberdayaan pada masyarakat yang berada di sekitar wilayah perusahaan yang merasakan langsung aktifitas yang dilakukan perusahaan. Kolaborasi dengan Polbangtan Manokwari dirasa perlu, agar kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakan dan terpantau perkembangannya.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang A Polbangtan Manokwari juga dihadiri oleh Pejabat Lingkup Polbangtan Manokwari.  Adapun bahasan lain terkiat sosialisasi Program Agrosolution.  Program ini membantu petani agar tidak lagi  ketergantungan terhadap penggunaan pupuk subsidi. (Ian/269)