Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai

Rabu, 17 Maret 2021, 13:20 WIB

Salah satu masalah yang menjadi penghambat kesuksesan budidaya cabai adalah hama dan penyakit yang selalu datang menyerang. Salah satunya adalah lalat buah. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran dengan ciri khas rasa pedas. Cukup banyak dikonsumsi dan disukai oleh semua orang. Harga cabai yang sering melambung tinggi serta mudah dalam penjualannya menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak petani yang berlomba-lomba membudidayakan tanaman hortikultura ini.

Namun membudidayakan tanaman cabai tidaklah semudah kedengarannya, sering kali petani cabai mengalami kegagalan dalam membudidayakannya dan tidak mampu menyelesaikan siklus hidup tanaman cabai. Salah satu masalah yang menjadi penghambat kesuksesan budidaya cabai adalah hama dan penyakit yang selalu datang menyerang. Salah satu hama yang cukup sering menyebabkan kegagalan dalam budidaya cabai adalah lalat buah.

Kadang kala, buah berwarna cokelat kehitaman atau agak menguning dan pada bagian tertentu dari kulit buah cabai, ditemukan bintik hitam yang berukuran sangat kecil. Hal ini menandakan bahwa buah cabai tersebut sudah terserang oleh hama lalat buah. Hama inilah yang dapat menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi dari cabai itu sendiri. Baca juga: Ketahui Cabai Terpedas di Indonesia dan di Dunia Lalat buah dapat menyerang banyak tanaman hortikultura terutama sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga sulit sekali untuk dikendalikan. Akibat serangan hama lalat buah, produksi dan mutu buah cabai menjadi rendah, bahkan tidak jarang mengakibatkan gagal panen karena buah menjadi busuk dan berjatuhan ke tanah.

Serangan hama lalat buah bisa terlihat langsung oleh mata telanjang. Gejala serangan ditandai dengan lalat buah yang akan terlihat di buah cabai yang masih muda; tangkai buah cabai akan menguning dan buah berguguran; jika telur lalat buah di letakkan di ujung buah maka buah cabai akan terlihat menguning dan busuk serta sedikit basah; pada buah cabai yang terserang hama lalat buah akan terdapat titik hitam bekas tusukan lalat buah untuk meletakkan telurnya; dan jika buah dibelah akan terlihat larva lalat seperti ulat berwarna putih.

Jika tanda-tanda serangan lalat buah sudah mulai terlihat segera lakukan pengendalian hama lalat buah.  Teknik untuk mengendalikan lalat buah pada tanaman cabai yakni dengan menggunakan warna dan daun wangi. Penggunaan ekstrak atraktan dari daun wangi dengan warna kuning dapat memerangkap lalat buah sebanyak 68 ekor/perangkap/minggu yang bila dibandingkan dengan yang tidak menggunakan atraktan dan tidak berwarna/transparan hanya mampu memerangkap 1 ekor/perangkap/minggu.

Jika dibandingkan antara yang menggunakan atraktan dan tidak, maka akan menghasilkan perbedaan yang sangat signifikan, dibandingkan menggunakan warna perangkap dimana memiliki perbedaan yang tidak begitu signifikan, kecuali pada perangkap berwarna kuning yang diberi atraktan. Perbandingan tersebut terjadi karena atraktan pada daun wangi mengandung minyak atsiri yang mengandung metil eugnol. Secara alami, senyawa tersebut sering dikonsumsi oleh lalat jantan, sedangkan untuk menarik lalat buah betina, lebih banyak diperlukan kombinasi atraktan lainnya. 

Pengaplikasian atraktan pun sangat mudah dan hanya memerlukan biaya yang relatif kecil. Siapkan botol bekas air mineral atau perangkap warna kuning, lem perangkat tikus, metyl eugenol. Olesi botol dengan lem perangkat tikus dan diberi metyl eugenol sedikit. Gantung perangkap di bagian luar lahan.

Selain menggunakan teknik penggunaan atraktan, lalat buah juga bisa dikendalikan dengan cara kimia yakni dengan pengasapan/pengabutan (fogging) serta pencampuran insektisida dan zat penarik. Biasanya, lalat buah tidak hanya menyerang cabai yang sudah matang saja namun juga menyerang buah yang masih mengkal. Oleh karena itu, untuk meminimalisir terserangnya cabai dari lalat buah dan agar tidak menurunkan produktivitas dari cabai itu sendiri, perlu diadakan pengendalian sebelum cabai mengalami masa mengkal atau masih mentah. Hal ini disebabkan oleh cabai yang sudah matang lebih mudah terserang dibandingkan dengan cabai yang masih dalam keadaan mengkal karena teksturnya lebih lunak.

Cara lain, lakukan sanitasi lahan dengan mengumpulkan dan membakar buah yang busuk akibat larva lalat buah, hal ini penting karena larva yang ada di buah akan berubah menjadi pupa yang pada akhirnya akan menjadi lalat buah yang baru; jangan menanam cabai di lahan bekas tanaman inang seperti timun, gambas dan pare.

Gunakan perangkap antraktan methyl eugenol lalat buah, yaitu perangkap lalat buah yang diberi pemikat berupa methyl eugenol; gunakan lem perangkap seperti melitat lem; petiklah buah cabai yang terserang dan musnahkan dengan cara dibakar atau dikubur; gunakan buah-buahan seperti nangka, timun yang aromanya disenangi lalat buah, campur dengan insektisida bahan aktif metomil; dan semprot tanaman cabe menggunakan pestisida insektisida berbahan aktif deltametrin, dimehipo, kartophidroklorida, klorpirifos, metomil, profenofos, atau sipermetrin. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat embun masih menempel di dedauanan.(234- dari berbagai sumber)