Balitbangtan Transfer Teknologi Kultur Jaringan Porang ke Swasta

Jumat, 05 Februari 2021, 06:32 WIB

Kultur jaringan (Ilustrasi). | Sumber Foto:Youtube

AGRONET -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjalin kerja sama dengan perusahaan bioteknologi, PT Bio Hutanea. Bentuk kerja sama yang dijalin adalah transfer teknologi perbanyakan bibit komoditas porang secara kultur jaringan.

Saat mengunjungi Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis Balitbangtan di Bogor, Dirut PT Bio Hutanea, Aryka Mai Tridasa, sempat melihat tanaman porang hasil kultur jaringan. Dari kunjungan ini Aryka semakin yakin untuk mengadopsi teknologi tersebut.

“Dari informasi yang kami peroleh akan ada program penanaman porang cukup luas, yakni sekitar 30 ribu hektare dengan kebutuhan hampir 600 juta bibit. Itu tidak mungkin dapat dipenuhi dengan teknologi konvensional. Untuk itu kami datang kemari, karena Balitbangtan telah menguasai teknologi kultur jaringan,” ujar Aryka, Rabu (3/2).

Sesuai rencana, jika pengajuan lisensi kepada Balitbangtan telah disetujui oleh Kepala Balitbangtan, maka pengembangan porang secara kultur jaringan akan dilakukan di laboratorium di Cimangis Depok, Parung Bogor, dan Pelaihari Kalimantan Selatan.

“Kita juga berencana untuk melakukan ekspansi di BNR Bogor. Tidak menutup kemungkinan untuk diekspansi juga di wilayah Sulawasi dan Sumatera,” jelas Aryka.

Ia pun berharap kerja sama ini bisa terealisasi dengan baik, produksi berjalan dengan normal, dan produk ini bisa diserap oleh pasar yang besar dengan harga yang pantas.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, mendorong agar komoditas porang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya dengan cara menerapkan teknologi perbanyakan benih secara kultur jaringan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. (Balitbangtan/139)