Food Estate Humbahas Selesai Tanam Januari 2021

Minggu, 20 Desember 2020, 12:57 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau langsung lahan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pengolahan kawasan lahan lumbung pangan baru (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara sudah hampir 90 persen lebih. Pengolahan sampai dengan membangun bedengan sudah sampai 70 persen.

"Bulan Desember ini, insya Allah selesai 100 persen pemasangan mulsa dan penanamannya. Itu sudah tidak lama tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target yang ada Januari penanaman sudah selesai," kata SYL saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau langsung lahan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (18/12).

Syahrul mengatakan kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat 3 komoditi yang akan dikembangkan di kawasan food estate Humbahas diantaranya kentang, bawang merah, dan bawang putih. "Kita tinggal kita tunggu bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan," kata Mentan.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan progres pengerjaan lahan food estate sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan food estate Sumatera Utara ini akan diperluas sampai 30.000 Ha dan akan dikembangkan penanaman hortikultura. 

Pada tahun 2020, target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 hektar (ha) terdiri dari seluas 215 ha dari APBN Kementerian Pertanian (Kementan) sedangkan seluas 785 ha dikelola oleh pihak swasta.

"Ini baru pertama di Indonesia ada hamparan 215 hektare yang ditanami kentang, bawang putih, dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian hasilnya perkembangannya sangat baik," ujar Luhut.

Dia mengatakan kawasan lahan pengembangan food estate ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain sehingga ke depan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pascapanen menjadi perbaikan di daerah lain.

"Kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 hektare nanti akan 1.000 hektare total semua 30.000 hektare, jadi ini sebagai model sekarang. Saya rasa kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain," katanya.

Menko luhut juga mengungkapkan saat ini pemerintah sedang melihat dataran tinggi lainnya untuk dapat dikembangkan kawasan food estate. Seperti di Pulau Sulawesi atau Jawa, untuk dapat mengembangkan pertanian serta menyejahterakan penduduk di sekitarnya.

"Di Sulawesi ada juga ketinggian 1.000-1.200 tanah seperti ini nanti kita bikin lagi atau nanti di Jawa mungkin 500 atau 1.000 hektare seperti ini kita buat lagi model seperti ini jadi dengan begitu swadaya hortikultura kita juga selesai bisa dalam 5 tahun ke depan," ungkap Luhut.

Selain itu, Luhut menekankan bahwa bahwa kawasan food estate tidak menganggu lingkungan hutan. Komoditi ditanam di tanah yang tidak tertanam pohon, sehingga hutan tetap terjaga dengan baik. Untuk menjaga tanah agar tidak longsor juga akan ditanami kacang macadamia, kopi, dan tanaman keras lainnya. 

"Hutan-hutan nya tidak akan dipotong jadi tanah-tanah yang tidak ada pohonnya itu yang semak-semak itu yang akan kita jadikan lahan. Jadi lingkungan tetap terjaga," ujarnya.

Di sini ada kentang, bawang putih dan hutan akan tetap. Pak Kepala Balitbang juga menanam pohon macadamia, kopi, tanaman keras supaya walaupun ini kemiringannya 15 derajat persen kita jaga supaya tidak ada longsor," tutupnya. (139)