
Lahan food estate di Kalimantan Tengah. | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura
AGRONET -- Pengembangan kawasan buah di lokasi food estate di Kalimantan Tengah diproyeksikan sebagai kampung buah atau agrowisata. Pada 2021 akan dilanjutkan lagi pengembangan kawasan baru seluas 300 hektare sebagai tambahan dari lahan 473 hektare yang terbentuk pada 2020 ini.
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional.
“Arahan Dirjen Hortikultura, pada 2021 sebagai pengembangan kampung buah. Desa penerima bantuan agar dikembangkan kampung buah berdasarkan agroklimatnya. Kampung buah ini agar berbadan hukum baik dalam bentuk BUMDES dan korporasi,” ujar Siti Bibah Indrajati, Kasubdit Tanaman Jeruk, Perdu dan Pohon, yang juga selaku Tim Teknis Hortikultura FE Kalteng, saat memberi pengarahan kepada para petani Kamis (17/12).
Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan III, Sutarno, menyebutkan untuk kelompoknya sendiri mendapatkan 22 hektare benih kelengkeng varietas Kateki. Dia mengaku memang baru kali ini menanam kelengkeng, namun ia sangat bersemangat.
"Tentunya harapan kami semoga bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Kami senang menanam buah karena memang cocok di hati dan di sini lahannya bagus,” ujar Sutarno.
Dia menyebutkan, budidaya buah lebih mendatangkan laba. Bersama dengan anggota kelompok tani, dia berjanji akan tekun merawat tanamannya dan mulai mencari informasi pasar. Sutarno juga berharap dukungan penuh berupa pendampingan selama masa tanam.
“Kelengkeng itu panen tidak sampai 7 tahun. Apabila seperti sekarang ini sudah terbentuk kawasan, kami yakin daerah kami bisa menjadi desa agrowisata seperti yang ada di Pulau Jawa,” tambahnya.
Sutarno menyebutkan setiap hektare lahan mendapat benih 100 pohon. Jika dikonversikan dengan harga Rp30 ribu per kg maka bisa tergambar laba yang akan diperoleh.
“Kalau dihitung dengan harga Rp 30 ribu per kg dan 1 pohon bisa menghasilkan 30 kg kelengkeng maka dari 100 pohon produktif bisa menghasilkan kurang lebih Rp90 juta. Kami yakin dengan semangat Pak Jokowi dan kami juga bekerja keras tentunya Insya Allah program ini akan berhasil,” ucap Sutarno semangat.
Petani Muda Sambut Tanam Cabai Rawit, Kangkung, dan Sawi
Sebagai informasi, pengembangan komoditas hortikultura di Kalteng dilakukan pada lahan seluas 473 hektare. Untuk Kabupaten Kapuas dengan luasan 220 hektare. Alokasi tanam cabai rawit 20 hektare dan sayuran daun (kangkung dan sawi) 20 hektare.
Sementara itu di Kabupaten Pulang Pisau dengan total areal 253 hektare ditanami cabai rawit 20 hektare serta sayuran daun (kangkung dan sawi) 23 hektare.
Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Kuwat, dari Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Dia menerima bantuan pengembangan cabai rawit seluas 2 hektare.
“Saya pribadi meyakini kalau ini tidak dibantu pemerintah tentunya sulit berhasil. Ini semua berkat bantuan pemerintah. Bahkan saya dibantu pengggunaan likat kuning untuk tanaman saya,” ujar Kuwat.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Mulyoharjo, Sugiono, menaksirkan perolehan kurang lebih Rp1,4 juta dalam waktu tanam 20 hari. Dia penerima benih kangkung seluas 2 hektare.
"Matematika saya, benih satu bungkus kangkung bisa menghasilkan 200 ikat kangkung yang siap dijual. Jika harga jual Rp700 per ikat jadi total penjualan bisa Rp 1,4 juta dengan lama tunggu panen 20 hari. Itu keuntungan satu bungkus benih saja,” papar Sugiono, diamini istrinya yang juga turut menanam.
Uniknya, petani sayur di Desa Wonoagung, Kecamatan Maliku didominasi petani-petani muda. Mereka antusias bertanam sayur karena relatif cepat panen dan harganya bagus.
“Contohnya saja kelompok tani saya. Khusus yang menanam cabai rawit adalah 16 orang dan seluruhnya adalah anak muda. Kami sebagai orang tua bangga. Dengan mereka mau bertani, Alhamdulillah mengurangi angka yang merantau. Kalau dihitung, hampir 80 persen petani di desa kami adalag anak muda” ujar Kepala Desa Wonoagung, Sayyidan.
Sayyidan berharap bantuan ini bisa terus-menerus dan bisa bervariasi lagi jenis komoditas yang diberikan. Harapannya tentu dapat meningkatkan pemasukan masyarakat desa. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










