
Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Pertanian di Sorong dan juga Vcon dari Polbangtan Manokwari (31/8) | Sumber Foto:Istimewa
AGRONET -- Kebutuhan pangan masyarakat tak hanya terpusat di Ibukota, kebutuhan ini juga mencakup Provinisi Aceh hingga Papua. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam setiap pertemuan menyampaikan arahan bagi seluruh insan pertanian bahwa pemenuhan pangan bagi 267 juta jiwa masyarakat Indonesia menjadi tanggung jawab bersama.
Program yang unggulan dari 10 Program Utama Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Program Kostratani. Kementan menekankan aktifnya kembali Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan pusat kegiatan berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan), Dedi Nursyamsi menjabarkan bahwa Program Kostratani berperan dalam pendampingan usaha para petani. “Lima peran utama Kostratani, sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan,” rinci Dedi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Sorong, Joni Penda sepakat dengan peranan Program Kostratani yang digaungkan Kepala BPPSDMP Kementan. Joni mengajak para penyuluh untuk mengembalikan citra, fungsi, peran BPP dalam Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian, di Sorong (31/8).
“Mari Wujudkan BPP Kostratani. Lewat Program Kostratani harapannya cita-cita Menteri Pertanian juga dapat terwujud terutama di Kabupaten Sorong,” sebutnya. Sarana dan prasarana yang menunjang sangat diperlukan masing-masing BPP khusunya tersedianya Agriculutre Operation Room (AOR) yang akan terhubung langsung ke Agriculture War Room (AWR) di Kantor Pusat Kementan.
Turut hadir dalam kegiatan Staf Khusus Kementerian Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Eri Tamalgi Bidang, serta Tim dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari sebagai Narasumber Bimtek.
Bimtek diawali dengan pengantar dari Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta melalui aplikasi zoom. “Bimtek Pengisian Aplikasi E-RDKK ini Penting dikarenakan diaplikasi ini idealnya yang mengusulkan kebutuhan petani,” kata Penanggung Jawab (PJ) Pembangunan Pertanian Provinsi Papua Barat.
Idelanya alur pengajuan mulai dari PPL ke BPP lalu direkap oleh Petugas Dinas Kabupaten Sorong. Namun, dengan kondisi yang ada Administrator yang ada di Dinas masih menghendel kesemuanya itu. Purwanta berharapan dengan adanya BPP Kostratani, tidak akan ada lagi pola sepert itu.
Sejatinya yang mengerti kebutuhan di lapangan adalah PPL. ”Kalau SOP dipenuhi tidak ada lagi kekurangan pupuk,” ujar Purwanta. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Bimtek yang dipandu oleh Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Manokwari, Dr. Detia Tri Yunandar.
Peserta yang berasal dari 10 BPP yang berada Kabupaten Sorong, Papua Barat sangat antusian mengikuti Bimtek. Para PPL sangat berharap BPPnya berubah menjadi BPP Kostratani. (269)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










