
Pepaya hermaprodit. | Sumber Foto:Balitbu
AGRONET -- Pernahkan melihat buah pepaya yang penuh menempel pada batang pokok? Itu adalah jenis pepaya hermaprodit. Kita bisa memperbanyak benihnya dengan cara mencangkok.
Dalam budidaya pepaya biasanya petani menggunakan benih berasal dari biji. Namun penggunaan benih ini memiliki kelemahan, yaitu munculnya pepaya berkelamin betina sekitar 30 persen dari populasi yang ditanam.
Pepaya betina ini tidak dikehendaki karena kualitas buah, produksi maupun harganya lebih rendah dibandingkan dengan buah yang berasal dari pepaya berkelamin sempurna (hermaprodit). Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu mengganti pepaya betina dengan benih cangkok dari pepaya hermaprodit.
Perbedaan pepaya betina dengan pepaya hermaprodit adalah pepaya betina memiliki bunga tunggal dan hanya terdiri dari putik saja tanpa benangsari. Jumlah buah tiap pohon sedikit, buah berukuran besar dan berbentuk bulat, serta memiliki daging buah yang relatif tipis.
Sedangkan pepaya hermaprodit memiliki bunga tunggal dengan alat kelamin lengkap yaitu putik dan benangsari. Jumlah buah tiap pohon banyak dengan bentuk buah lonjong dan memiliki daging buah tebal.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu), di Desa Sumberdawesari, Kec. Grati, Kab. Pasuruan mendapatkan fakta bahwa nilai ekonomi pepaya cukup tinggi. Pada budidaya pepaya Merah Delima (salah satu varietas unggul pepaya yang dihasilkan oleh Balitbu Tropika, Badan Litbang Pertanian), potensi pendapatan kotor per Ha adalah Rp 165 juta, dengan asumsi harga buah Rp 3.000/kg populasi 1.000 tanaman/Ha. Jika biaya produksi per Ha Rp. 88 juta, maka pendapatan bersih per Ha pada umur 2 tahun sebesar Rp 77 juta per tahun.
Pada budidaya pepaya Merah Delima di Desa Sumberdawesari yang menggunakan benih dari biji pada tahun pertama menghasilkan buah rata-rata 17 kg/pohon pada tahun pertama ini masih ada tanaman pepaya betina sekitar 30 persen dari populasi tanaman.
Hasil pengamatan terhadap produksi menunjukkan bahwa pepaya betina produksinya lebih rendah yaitu sekitar 35-60 persen dari produksi pepaya hermaprodit. Pada tahun kedua produksi pepaya rata-rata 44 kg/pohon. Pada tahun kedua ini pepaya betina sudah diganti dengan pepaya hermaprodit yang berasal dari benih cangkok.
Pada tahun ketiga produksi pepaya mulai menurun menjadi 25 kg/pohon. Harga jual buah pepaya betina lebih rendah yaitu Rp. 2.000 /kg dibandingkan dengan pepaya hermaprodit Rp 3.000/kg.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pada tahun ketiga tanaman pepaya produksinya sudah menurun. Di samping itu tanaman juga sudah tinggi sehingga lebih sulit untuk memanennya.
Oleh karena itu, setelah tahun ketiga sebaiknya tanaman perlu diremajakan atau menanam baru dengan menggunakan benih dari biji atau dari cangkok tanaman hermaprodit. Penanaman pepaya yang berasal dari benih cangkok ini lebih cepat berproduksi (3 bulan setelah tanam sudah mulai berbunga) dibandingkan dengan benih yang berasal dari biji (4-5 bulan setelah tanam baru mulai berbunga).
Cara Mencangkok
Benih cangkok pepaya hermaprodit dapat diperoleh dengan cara mencangkok cabang/tunas pepaya hermaprodit dari tanaman di kebun produksi atau dari tanaman induk.
Kelebihan dari benih cangkok adalah pada awal pertumbuhan batang tanaman lebih kokoh dan tanaman lebih cepat berproduksi daripada yang berasal dari biji. Sedangkan kelemahannya adalah untuk penyediaan benih cangkok dalam jumlah banyak memerlukan pohon induk yang banyak.
Berikut cara mencangkok pepaya hermaprodit :
- Memilih cabang/tunas dari tanaman produksi atau tanaman induk pepaya hermaprodit, yaitu cabang/tunas yang tumbuh pada batang utama pada ketinggian 60-120 cm dari permukaan tanah dipelihara sebanyak 2-6 cabang/pohon. Pada umur 2-3 bulan tunas tersebut telah mencapai diameter 4-5 cm dan sudah dapat dicangkok.
- Cabang/tunas pepaya diiris/digergaji dari bawah ke arah atas dengan membentuk sudut 45 derajat dengan kedalaman ± 10 cm. Setelah itu luka bekas irisan diganjal dengan irisan bambu/kayu dengan ketebalan 3-4 mm dengan tujuan agar irisan bagian bawah tidak menyentuh/menyatu dengan irisan bagian atas.
- Untuk mempercepat tumbuhnya akar pada cangkokan, maka perlu diberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang mengandung auxin misalnya Rootone F, Root-Up atau ekstrak bawang merah.
- Setelah ZPT kering, luka irisan pada cabang/tunas diberi media cangkok. Ada 2 cara pemberian media cangkok, yaitu: (a) luka cangkokan yang telah diberi ZPT dibungkus dengan kantong plastik, kemudian kantong plastik diisi dengan media cocopeat’ yang sebelumnya sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam, kemudian kantong plastik diikat; (b) bekas irisan yang sudah diberi ZPT (namun tidak diganjal dengan bambu) dimasukkan gelas plastik bekas air mineral yang bagian bawahnya diberi lubang, kemudian gelas plastik diisi dengan media cocopeat yang sebelumnya sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam hingga penuh. Apabila media dalam gelas kering maka perlu dilakukan penyiraman.
- Panen cangkokan tergantung cara pemberian media cangkok. Pada cangkokan dengan media yang dibungkus kantong plastik dapat dipanen pada umur 60 hari setelah pencangkokan, sedangkan cangkokan dengan media dalam gelas plastik dapat dipanen pada umur 45 hari setelah pencangkokan.
- Panen cangkokan pada media yang dibungkus kantong plastik tersebut lebih lama, namun kelebihannya akarnya lebih banyak dibandingkan dengan cangkokan dalam gelas plastik.
- Cara memanen cangkokan adalah dengan cara menggergaji cabang cangkokan tepat di bawah bidang cangkokan, kemudian daun yang tua dipotong dengan menggunakan gunting pangkas dan ditinggalkan 4-5 daun yang masih muda.
- Setelah cangkokan dipanen, kemudian cangkokan ditanam/ditransplanting dalam polybag berukuran 20 x 30 cm yang berisi media campuran tanah + pupuk kandang + sekam (3:2:1), kemudian disiram dan ditempatkan di tempat yang teduh/di bawah pohon. Kurang lebih 3-4 minggu setelah transplanting benih pepaya asal cangkokan sudah dapat ditanam di lapang. (Balitbu/591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










