Lima Langkah Kementan Percepat Pemulihan Dampak Pandemi COVID-19

Senin, 13 Juli 2020, 09:27 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. | Sumber Foto: Kemenan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sudah menyusun langkah-langkah antisipasi dampak pandemi COVID-19 selama dua tahun ke depan. Hal ini disampaikan Syahrul saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Jumat (10/7).
 
Menurut Syahrul, program-program Kementan sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang sangat konsistensi melihat permasalahan yang ada di tanah air. "Mengurusi pertanian bukan hanya menghadapi cuaca saja. Tapi banyak persoalan-persoalan yang muncul. Untuk itu program kita sudah harus siap," katanya.
 
Syahrul merinci ada ada lima fokus kerja Kementan dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial pasca pandemi COVID-19. Program tersebut antara lain, program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas (program spesifik).
 
Kemudian ada program nilai tambah untuk daya saing industri (program lintas K/L), program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (program lintas K/L), program pendidikan dan pelatihan vokasi, dan program dukungan manajemen. 
 
Meski demikian, dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia tidaklah mudah. Karena itu, Mentan mengaku pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Syahrul menegaskan harus ada dukungan dari semua pihak dan para pemangku kepentingan pembangunan pertanian untu merealisasikan semua target dan program lima tahun ke depan
 
"Tugas Saya adalah membantu kepentingan rakyat kecil. Jangan sampai rakyat kecil semkain menderita," katanya.
 
Pada kesempatan itu Syahrul menyampaikan cadangan pangan nasional, khususnya untuk beras masih memiliki stok hingga dua tahun ke depan. Dalam menjaga stok beras, Syahrul mengaku sudah memiliki gudang-gudang penyimpanan yang memadai di seluruh Indonesia. (139)