Menko Perekonomian Sebut Tiga Pilar Kebijakan dalam Usaha Sawit

Kamis, 02 November 2017, 10:11 WIB

Darmin Nasution Resmikan IPOC 2017 | Sumber Foto:agronet.co.id

AGRONET - Komoditi paling penting dalam perekonomian Indonesia yakni kelapa sawit.  Darmin Nasution, Menteri Koorrdinator (Menko) Perekonomian, menyebutkan, “Membangun kelembagaan sawit yang sustainable di dalamnya terdapat Pilar Kebijakan Pemerintah.” Pilar Kebijakan yang dimaksud bermula dari peremajaan kelapa sawit yang sudah ada. 

“Peremajaan bukan hanya dilakukan pada kebun yang sudah tua.  Kebun-kebun produktifitas rendah juga pelu dilakukan peremajaan,” tegas Darmin.  Kedua, perlu memperkuat dan mempercepat pelaksanaan standar kelapa sawit Indonesia, lanjutnya.  Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) (2/11) Darmin juga menyatakan Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan memproses persoalan lahan kelapa sawit. 

Dengan kerjasama semua unsur baik Pemenerintah, Dunia Usaha, Masyarakat dan Pemerintah Daeah ‘wajah’ perkebunan kelapa sawit Indonesia semakin membaik.  Khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan perkembangan usaha sawit di Indonesia.  Darmin berharap kegiatan ini dapat mengahasilkan pemikiran, usulan dan langkah-langkah kongkrit memajukan sawit Indonesia.

Mengusung tema ’Growth through Productivity: Partnership with Smallholders’ mencerminkan kerjasama antara perkebunan rakyat dan pekebunan besar sangat berarti.  Selepas menyampaikan sambutan, Darmin manabuh ngenderang yang menandai 13th Indonesian Palm Oil Conference resmi dibuka. Pada kesempatan ini, Darmin mendapat mandat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang berhalangan hadir. (269)