Kementan Puji Petani di Kubu Raya

Senin, 23 Oktober 2017, 16:50 WIB

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Benny Rachman, saat panen raya, Jumat (20/10) di Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang diwakili Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Benny Rachman, saat panen raya, Jumat (20/10) di Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat , menyatakan produksi padi nasional pada 2017 kembali melampaui kebutuhan nasional. Dengan demikian, tren penutupan keran impor berlanjut.

”Surplus negara kita tercatat 15 juta ton. Setelah produksi dikurangi kebutuhan, surplus 12 juta ton. Hingga dapat melakukan ekspor, salah satunya di perbatasan,” ujarnya. Sebagai informasi, Menteri Amran mengekspor beras produksi Kabupaten Sanggau sebesar 25 ton ke Malaysia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Jumat pagi.

Atas pencapaian tersebut, Menteri Amran mengucapkan terima kasih kepada para petani dan pemerintah daerah (pemda), karena berjuang bersama-sama meningkatkan ketahanan pangan. ”Terbukti, kalau kita lihat dari tampilan tanaman pangan, itu menjanjikan dan sangat memuaskan,” jelasnya.

Pemerintah melalui Kementan, berjanji akan terus berada di sisi petani melalui sejumlah program dan terobosan yang dapat dinikmati langsung. Misalnya, adanya asuransi. Gagal panen dan puso, sudah dijamin pemerintah.

Selain itu pemerintah juga terus memberikan bantuan produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan infrastruktur yang sudah diimplementasikan di beberapa provinsi, kabupaten. Ada pula kebijakan penetapan harga acuan pemerintah sebagai komitmen melindungi petani dari ketidakpastian harga.

Benny secara khusus mengapresiasi produktivitas di Kubu Raya, karena cukup baik dan hampir menyamai daya produksi di Pulau Jawa. Padahal, di Kalbar umumnya tergolong lahan pasang surut. ”Mudah-mudahan di sini tidak alami gagal panen," harapnya.

Dukungan terhadap Kubu Raya turut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, M. Amiruddin. Lahan seluas 55.000 ha dari 80.000 ha wilayahnya dimanfaatkan untuk lahan pertanian, meski luas areal yang berproduksi 45.000 ha. Bahkan, menjadi daerah kedua terbesar penghasil beras setelah Sambas.

Amirrudin berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memanfaatkan lahan yang masih ada dan meminta para petani di Kubu Raya tak sekadar fokus pada on farm semata. Namun, juga memanfaatkan lahan untuk kegiatan lain sebagai sumber penghasilan tambahan.

”Apakah pengolahan padi, dedak melimpah untuk umpan pakan ikan, itik, bebek. Ya, lumayan untuk tambah uang dapur," katanya mencontohkan. Dia juga meminta Pemkab Kubu Raya dan masyarakat tak cepat menjual lahan produktif kepada pengembang untuk dijadikan kawasan hunian baru.

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, menyatakan Pemkab terus berupaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Hal tersebut dilakukan sebagai komitmen merealisasikan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ”Sejalan dengan program Nawacita Pak Presiden, tentu visi-misi kami untuk wujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sesuai potensi wilayah," ujarnya. Mengingat pertanian menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar kedua, maka Pemkab Kubu Raya fokus membangun sektor agraria. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)