Hari Kopi Nasional

Mentan SYL: Potensi dan Pasar Industri Kopi Terbuka Luas

Kamis, 12 Maret 2020, 10:32 WIB

Dekopi bersama Mentan dan BSN | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) bersama Kementerian Pertanian, menggelar acara Hari Kopi Nasional. Acara puncak yang digelar di Auditorium F Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (11/3) itu turut melibatkan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Rangkaian acara diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU Dekopi dengan stakeholder terkait, serta peluncuran KUR untuk usaha kopi dan Integrasinya. Kegiatan juga menampilkan berbagai pameran hasil usaha dan inovasi kopi dalam negeri, dilanjutkan dengan acara seminar dan knowledge sharing.

Acara itu dihadiri para pemangku kepentingan, para pengusaha kopi, akademisi, pengamat, dan para stakeholder lainnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan bahwa kopi merupakan salah satu komiditi unggulan perkebunan, terutama perkebunan Indonesia. Bahkan menjadi satu komuditas yang mendukung sumber devisa negara.

"Melalui usaha kopi, mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang saat ini terus berkembang. Selain itu juga sebagai sumber Industri yang dibutuhkan nasional maupun dunia," kata Syahrul. 

Sementara itu, Ketua Umum Dekopi, Anton Apriantono, menjelaskan kegiatan ini untuk menimbulkan rasa semangat bagi semua penggiat kopi agar bisa unggul di dunia.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari BSN menjelaskan terkait fasilitas-fasilitas dalam menerapkan Standarisasi Nasional Indonesia.

Untuk diketahui, hari kopi nasional bukan hanya peringatan saja, namun juga merupakan sebuah tekad, komitmen, dan tantangan besar dalam dunia hari ini.

Data statistik tahun 2018 menunjukkan bahwa produk kopi nasional mencapai 1,23 juta hektare dengan produksi 7.179 ribu ton. Selanjutnya kopi robusta mencapai 8.962 ribu hektare dengan produksi 5.282 ribu ton, dan kopi arabika mencapai 3.424 ribu hektare dengan produksi 1897 ribu ton.
Nilai ekspor tahun 2018 profitnya mencapai 8.199 Juta US$ dengan volume mencapai 2799 ribu ton. (196)