Solok Kembangkan Kepok Tanjung untuk Ekspor

Rabu, 19 Februari 2020, 11:33 WIB

Kepok Tanjung atau Pisang Kepok Tanpa Jantung merupakan varietas unggul Balitbangtan. Dikembangkan di Selayo Kabupaten Solok Sumatera Barat, untuk tujuan ekspor. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- Awal Februari 6/2/2020 lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan Bank Indonesia menyelenggarakan panen perdana Pisang Kepok Tanjung di Selayo Kabupaten Solok Sumatera Barat.

Bupati Solok Gusmal, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian khususnya Balitbangtan yang telah mengangkat kembali pisang kepok menjadi komoditas pilihan masyarakat Kabupaten Solok dan Sumatera Barat pada umumnya.

Sementara itu, Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto mengatakan Balitbangtan sebagai penghasil teknologi mempunyai kewajiban mengawal inovasi teknologi yang telah dihasilkan di tengah masyarakat. “Target diadakannya kegiatan ini adalah ekspor, harapannya pisang kepok tanjung ini terus dikembangkan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya di kawasan Selayo,” ujarnya.

Panen perdana Pisang Kepok Tanjung  yang bertema ‘Mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian" ini dilaksanakan antara lain untuk meningkatkan sinergi antar institusi di dalam dan di luar Kementerian Pertanian baik dengan pemerintah daerah juga pihak swasta dalam meningkatkan produktifitas pertanian guna lebih mensejahterakan masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Dr. Ellina Mansyah.

Lebih lanjut dijelaskan, pisang Kepok Tanjung atau Pisang Kepok Tanpa Jantung merupakan hasil kekayaan plasma nutfah Indonesia yang dikemas menjadi satu varietas unggul oleh Balitbangtan pada tahun 2010. Dalam proses pembentukan buahnya tidak terdapat bunga pisang yang tersisa (semua menjadi buah) maka dengan sifat seperti ini tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit khususnya penyakit layu bakteri yang biasa menyerang pertanaman pisang. 

Kepok Tanjung merupakan jenis tanaman pisang yang tidak memiliki bunga jantan atau jantung, atau singkatan dari tanpa jantung. Salah satu keunggulan pisang ini adalah tidak mempunyai jantung, dengan demikian tidak diperlukan lagi pekerjaan membuang jantung seperti pada tanaman pisang pada umumnya. Pembuangan jantung dilakukan untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami yang disebarkan oleh serangga.

Keunggulan lainnya, tidak seperti pisang kepok lainnya yang terasa asam, varietas ini manis dengan kandungan total padatan terlarut (TSS) sebesar 2930% Brix. Kepok Tanjung  menjadi salah satu bukti, bahwa Indonesia adalah negara mega diversity untuk buah-buahan tropika.

Varietas Kepok Tanjung berasal dari Pulau Seram, tepatnya di Desa Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Bobot buah pertandan 15-25 kg, jumlah sisir per tandan -17 dengan jumlah buah per sisir 13-18.

Buah per tandan 150-250, panjang buah 10-17 cm, diameter buah 3,0-5,0 cm, warna kulit buah matang kuning, warna daging buah matang kuning orange, tekstur buah kenyal, bobot satu buah 125-170 g.

Pisang ini memiliki cita rasa daging buah manis (pisang olah) serta daya simpan pada suhu kamar 15-21 hari, dan potensi hasil per ha/tahun 20-30 ton.(234)