Peningkatan Populasi Sapi Lampaui Target

Senin, 16 Desember 2019, 11:20 WIB

Panen pedet di Kupang, NTT, pekan lalu. | Sumber Foto:Agronet/360

AGRONET – Program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendongkrak populasi sapi nasional membuahkan hasil yang menggembirakan. Program bertajuk Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tersebut secara signifikan meningktakan jumlah populasi sapi. Target-target program pun terlampaui.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, capaian program Upsus Siwab melalui pola inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan, dan kelahiran menunjukkan hasil di atas 100 persen. Hal ini berdasarkan realisasi pelaksanaan Upsus Siwab pada tahun 2018 dengan capaian layanan IB nasional adalah sebanyak 3.987.661 ekor atau 132,92?ri target 3 juta ekor. Adapun capaian kebuntingan nasional sebanyak 2.051.108 ekor atau 97,67?ri target 2,1 juta ekor, sedangkan kelahiran sebanyak 1.832.767 ekor atau 109,09?ri target.

Untuk tahun 2019, pada periode 1 Januari sampai 10 Desember 2019, total akseptor layanan IB mencapai 3.482.796 ekor atau 116,09?ri target akseptor 3 juta ekor, ternak bunting kumulatif 2.236.447 ekor atau 106,50?ri target bunting 2,1 juta ekor, dan kelahiran kumulatif sebanyak 1.907.455 ekor atau 113,54?ri target kelahiran 1.680.000 ekor.

“Kami bangga pada peternak Indonesia yang bersemangat mengembangkan sapi nasional, sehingga populasinya meningkat, lebih berkualitas, dan dapat mensejahterakan peternak. Ke depan, peternak Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan dunia, sesuai visi lumbung pangan dunia 2045,” ujar Ketut melalui rilis yang diterima Agronet, Senin (16/12).

Ketut melanjutkan, berdasarkan analisis ekonomi, hasil yang sudah dicapai pada program Upsus Siwab selama kurun waktu 2017-2018 dengan total anggaran sebesar Rp 1,4 triliun menghasilkan angka kelahiran sebanyak 2.743.902 ekor untuk periode 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018. Apabila asumsi harga anak sapi rata-rata sebesar Rp 8 juta, maka hasil Upsus Siwab 2017-2018 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 21 triliun.

Hasil positif program Upsus Siwab tersebut, kata Ketut, makin meneguhkan komitmen Ditjen PKH Kementan untuk terus berupaya untuk meningkatkan populasi sapi melalui program terobosan. “Semua tak lain agar terjadi lompatan jumlah sapi secara signifikan,” ujar Ketut.

Pekan lalu, Ketut menyaksikan langsung panen 100 ekor pedet (anakan sapi) hasil inseminasi buatan (IB) di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Panen padet itu dinilainya merupakan bukti nyata Indonesia mampu memproduksi ternak sapi yang berkualitas. Melihat kegiatan panen pedet yang terintegrasi dengan kegiatan pembangunan pertanian lain, Ketut yang mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat peternak Indonesia dalam meningkatkan populasi sapi.

Dia pun menyampaikan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo agar IB terus ditingkatkan dengan program lanjutan, yakni “Sikomandan”’ atau Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri yang akan segera diluncurkan.

Perluas Pelayanan IB

Ketut menerangkan, jajaran Ditjen PKH Kementan sangat mengapresiasi Provinsi NTT yang merupakan salah satu lumbung ternak sapi nasional. Apresiasi secara khusus diberikan kepada Kabupaten Kupang yang merupakan daerah penghasil ternak terbesar. Apalagi, Kupang menjadi salah satu pemasok ternak untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Kalimantan dengan memanfaatkan kapal ternak untuk pendistribusian haslil ternaknya.

Bupati Kupang Korinus Masneno menyampaikan, kegiatan panen pedet terintegrasi di Kupang menunjukkan betapa besarnya potensi pengembangan pertanian dan peternakan di Provinsi NTT, khususnya Kabupaten Kupang. Hal itu juga menunjukkan besarnya semangat pemerintah daerah dalam mewujudkan peternakan yang lebih maju dalam mensejahterakan peternak.

“Pemkab Kupang menggencarkan kegiatan program unggulan melalui gerakan 5P, yakni di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan kelautan, dan pariwisata” ujar Korinus.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT Benediktus Polomain menambahkan, Kupang berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan yang berperan sangat besar bagi perekonomian Kupang.

“Kami tentu berharap sektor pertanian akan lebih maju lagi ke depannya,” ujar Benediktus.

Salah satu peternak yang ikut dalam acara kegiatan panen pedet Marten Goka menyampaikan, dia memiliki sapi angus dengan bobot lebih dari 1 ton. Marten berharap, pelayanan IB bisa diperluas karena IB memberikan dampak ekonomi yang sangat besar yang sudah dia rasakan.

“Sapi ini menjadi kebanggaan saya. Saya berharap pelayanan IB terus ditingkatkan agar sapi saya jumlahnya cepat bertambah,” kata Marten. (360)