
Acara Modoinding Potato Festival ke-6 (MPF) di Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, pekan lalu. | Sumber Foto:Agronet/360
AGRONET -- Kawasan Modoinding sudah lama dikenal sebagai daerah sentra hortikultura sayuran terbesar di Sulawesi Utara. Kecamatan yang identik dengan hasil pertanian ini menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Timur Indonesia bagi segala jenis sayuran, seperti kentang, wortel, bawang daun, labu, tomat, bawang merah, dan bawang putih. Khusus untuk kentang, kawasan Modoinding bahkan tercatat sebagai produsen terbesar di daratan Pulau Sulawesi atau nomor 9 terbesar di Indonesia. Urat nadi kehidupan masyarakat Modoinding seolah tak bisa dilepaskan dari kentang dan sayuran lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) pun terus mendorong pengembangan kawasan yang dikenal sebagai "The kitchen of Business" wilayah Indonesia bagian timur ini.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat menghadiri Modoinding Potato Festival ke-6 (MPF) di Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, pekan lalu, menyebutkan, pada tahun 2019 Kementan mengalokasikan sekitar Rp 13,5 miliar untuk pengembangan hortikultura di Minahasa Selatan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih, buah-buahan, dan aneka sayuran.
Menurut pria yang akrab disapa Anton, kawasan Modoinding selain cocok untuk kentang juga sesuai untuk budidaya bawang putih. Karena itu, tahun ini Kementan mengalokasikan 225 hektare bawang putih. Tahun depan rencana dialokasikan lagi 200 hektare.
“Jadi, total akan ada sedikitnya 425 hektare bawang putih di Minahasa Selatan. Kita berharap kawasan ini menjadi salah satu sentra bawang putih terbesar di Sulawesi,” kata Anton di depan ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan Festival tersebut.
Anton berharap, pada kegatan festival serupa tahun depan, sudah bertambah lagi komoditas yang ditampilkan. Selain kentang, wortel, kubis, dan bawang daun, Kementan menginginkan hasil panen bawang putih juga bisa ditampilkan dalam festival tahunan tersebut.
Festival Kentang Modoinding VI diikuti ratusan peserta karnaval dari perwakilan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), perwakilan wilayah desa se-Modoinding, serta dinas-dinas terkait. Ribuan pengunjung menyaksikan festival tahunan petani sayuran Modoinding itu. Tak hanya berasal dari masyarakat Minahasa, tapi juga dari daerah-daerah lain bahkan mancanegara.
“Festival kentang ini kami nilai sebagai langkah maju dan kreatif yang muncul dari rasa syukur dan kepedulian dari segenap masyarakat Modoinding yang telah dianugerahi Tuhan berupa sumber daya alam hortikultura yang melimpah ruah,” ujar Anton.
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu mengingatkan masyarakat Modoinding dan sekitarnya untuk terus mensyukuri anugerah Tuhan berupa alam yang subur dan sayuran yang melimpah. Setiap tahun, total pendapatan masyarakat dari hasil budidaya sayuran di Modoinding bisa mencapai hampir Rp 1 triliun. “Pendapatan petani Modoinding juga menjadi yang tertinggi di Sulawesi Utara. Tak hanya kentang, Modoinding juga kaya dengan sayur mayur. Ini anugerah Tuhan yang harus selalu disyukuri,” kata Christiany.
Direktur Perbenihan Hortikultura sekaligus Pelaksana Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Sukarman mengatakan, varietas kentang yang banyak dikembangkan petani Modoinding dikenal dengan Kentang SupeJohn. Kentang unggul granola hasil mutasi alami tersebut ditemukan oleh salah seorang petani tulen warga Makaruyen Modoinding bernama John Walukow. Kentang varietas SupeJohn memiliki keunggulan, di antaranya bentuk umbinya yang lonjong bagus, tidak mudah rusak, kulitnya tidak mudah terkupas dan ukuran umbinya yang cukup besar.
“Jenis kentang tersebut sangat disukai petani maupun konsumen. Varietas SupeJohn sudah terdaftar di Kementerian Pertanian melalui SK Mentan Nomor 3936/Kpts/Sr.120 tahun 2013,” kata Sukarman.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Modoinding, Renly Liow menyambut baik program pemerintah mengembangkan sayuran di daerahnya, termasuk bawang putih. “Dulu, di sini juga pernah tanam bawang putih. Tapi sudah lama berhenti. Tahun 2018 lalu tercatat luas tanam 300 hektare bawang putih, setelah sekian lama tidak ada pertanaman,” ujar Renly.
Berdasarkan catatan statistik BPS, produksi kentang nasional tahun 2018 lalu mencapai 1,28 juta ton atau naik 10,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1,16 juta ton. Khusus Minahasa Selatan, produksi kentang tahun 2018 mencapai 46 ribu ton, naik 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 36 ribu ton. Secara nasional, Indonesia telah mencatatkan diri mampu swasembada kentang sayur. (360)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










