BKP Kementan Bangun SDM Berkualitas Melalui KRPL

Senin, 14 Oktober 2019, 11:39 WIB

Agung Hendriadi saat mengunjungi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Kencana Tanah Sereal Bogor (Kentagor) di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor. | Sumber Foto: Humas BKP Kementan

AGRONET -- Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengapresiasi kegiatan masyarakat dalam mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Menurutnya, yang utama adalah menumbuhkan minat masyarakat untuk menyediakan pangan sendiri dan bisa menyediakan makanan bergizi bagi keluarga.

Hal tersebut dikatakan Agung, saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kencana Tanah Sereal Bogor (Kentagor) di Kelurahan Kencana, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (14/10). Agung juga berpesan agar KRPL yang dikembangkan oleh KWT dapat terus berjalan terutama untuk memenuhi pangan bagi keluarga dan juga dari sisi bisnisnya. "Kita akan beri bantuan bibit cabai. Upayakan ini harus dapat mandiri sampai tahun depan dan terus berkelanjutan," kata Agung.

Agung juga mendorong Walikota Bogor agar membuat Bogor sebagai kota sayur karena tanaman apapun tumbuh subur di Kota Hujan ini. "Setiap rumah tangga minimal punya 75 tanaman di polybag. Tanamannya bisa apa saja, yang penting bisa memenuhi kebutuhan pangan, dan sisanya bisa dijual," ujarnya.

Lebih jauh, Agung mengungkapkan, di Indonesia sudah dibangun 2.300 KRPL yang merupakan program unggulan nasional dalam rangka mengentaskan stunting. "Kita ingin bangun manusia Indonesia menjadi manusia yang lebih berkualitas dengan hidup sehat, aktif, dan produktif," tegasnya.

KWT Kentagor patut diapresiasi. Semula KWT ini dari kelompok dasawisma (2015). Kemudian pada 2016 kegiatannya berkembang dengan mengelola 2.000 meter lahan di kelurahan setempat, yang ditanami aneka tanaman seperti kacang tanah, kacang bogor, cabe, caisim, terong, kacang panjang, dan sebagainya.

Menurut Ketua KWT Kentagor, Eka Daryati, kebiasaan awal mereka menanam biji cabai dari sisa rumah tangga, hingga mendapat bantuan KRPL tahun 2018. Hasil panen dimanfaatkan untuk anggota kelompok, dan sebagian dijual. "Dua minggu lalu kami panen sayur dengan penjualan kurang lebih Rp4 jutaan," ujarnya.

KWT Kentagor pernah meraih Juara 1 lomba tanaman herbal tingkat Kota Bogor. Selain itu juga pernah dilakukan lomba KRPL di lingkungan RW setempat. "Lomba seperti itu menjadi motivasi buat kami untuk terus menanam. Kita juga dapat bantuan kendaraan listrik 'Artu Batik' dari Pemkot Bogor," ujarnya.

Eka mengakui keberlanjutan KRPL yang dikelola KWT Kentagor tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya dari pemilik lahan. Rencana ke depan akan melakukan pelatihan urban farming dan melengkapi fasilitas dengan membangun mushola. (591)