
Penananam sukun secara simbolis guna meningkatkan perekonomian petani dan masyarakat di Sawahlunto. | Sumber Foto: Humas Kementan
AGRONET -- Balitbang Kementerian Pertanian, melalui Balit Buah dan BPTP Sumbar, mengembangkan cluster berbasis diversifikasi komoditas pangan, berupa tanaman sukun di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Pemilihan komoditas pangan alternatif berupa tanaman sukun dilakukan berdasarkan spesifikasi kesesuaian lahan.
Sekitar 2.000 batang bibit sukun diserahkan yang diterima Walikota Sawahlunto untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat dan kelompok tani. Acara serah terima benih sukun dilanjutkan dengan penanaman perdana bersama Walikota Sawahlunto beserta ketua DPRD, kepala Bank Mandiri, dan pemuka masyarakat lainnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengantisipasi kerawanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini melalui penciptaan bioindustri berbasis sukun sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, pada Jumat (4/10) menyampaikan sukun merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat untuk diversifikasi pangan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Sukun mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap daripada beras dengan kalori yang lebih rendah.
Menurutnya dalam 100 gram buah sukun terkandung 108 kalori, sedangkan beras 349 kalori. Hal ini menjadikan sukun sangat cocok untuk keperluan diet.
Pencanangan Nagari Sukun di Kota Sawahlunto ini disambut antusias oleh Pemerintah setempat dan anggota masyarakat karena sejalan dengan program Kota Sawahlunto dalam memajukan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat. "Lahan pertanian seluas 70 persen di kota Sawahlunto yang masih kosong diharapkan bisa menjadi lahan produktif dimasa yang akan datang," ujar Walikota Sawahlunto, Deri Asta, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Pada kesempatan ini Balitbangtan juga menampilkan berbagai produk olahan sukun mulai dari tepung, nasi goreng sukun, mie, brownies, keripik, olahan basah dan kering. Ini untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah produk sukun. Diharapkan dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan Kota Sawahlunto akan menjadi salah satu sentra produksi sukun di Indonesia. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










