Dukung Program Kementan

Bekasi Genjot Tanam Padi Gogo di Lahan Kering

Senin, 26 Agustus 2019, 07:19 WIB

Alat mesin pertanian mengolah tanah di atas lahan kering. | Sumber Foto: Humas Kementan

AGRONET -- Kepala Bagian Perencanaan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Ugi Sugiharto, mengatakan pihaknya saat ini tengah menerjunkan tim untuk mengawal mitigasi kekeringan di wilayah pantura, termasuk di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, dalam mengawal mitigasi kekeringan ini Kementan tidak hanya fokus kepada area terdampak tetapi juga bagaimana bisa memperoleh pengganti dari luas lahan yang terdampak kekeringan. Salah satunya melalui pengamanan standing crop dan penambahan luas tanam.

"Kami salurkan bantuan benih, pestisida, herbisida, serta BBM untuk pompanisasi dan kegiatan olah tanah. Untuk percepatan tanam, penanaman benih padi dilakukan melalui tabur atau sebar langsung dengan olah tanah sederhana dan penggunaan air secara efisien," kata Ugi di Jakarta, Minggu (25/8).

Ugi menjelaskan dalam menanggulangi kekeringan ini, Kementan melibatkan petugas lapangan baik itu petani, penyuluh, dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan. Selain itu juga berkoordinasi dengan dinas pertanian dan pihak TNI. "Kementan menyalurkan bantuan benih padi varietas yang tahan kekeringan, dan sudah mulai ditanam pada bulan Agustus ini," tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Mariyah, mengatakan wilayah pertanian yang mengikuti program ini baru 25 hektare (ha) dari keseluruhan lahan pertanian sekitar 320 ha. Ia berharap untuk menjaga ketahanan pangan seluruh daerah pertanian di Kecamatan Cikarang Pusat ini bisa ditanami padi.

“Dari enam desa di Kecamatan Cikarang Pusat, lima desa sudah masuk kawasan perindustrian. Hanya Desa Pasir Tanjung ini yang tersisa punya lahan pertanian, termasuk di Kampung Cilampayan Pasir yang menjadi awal program ini.  Kita sangat antusias, sesuai misi kami untuk tetap mempertahankan areal pertanaman di wilayah ini," pungkas Mariyah.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat pada tanggal 5 Agustus 2019 lalu menyatakan 20 kabupaten/kota di Jabar perlu mewaspadai kekeringan, salah satunya di Kabupaten Bekasi. Menurut BPBD Kabupaten Bekasi ada lima wilayah terancam mengalami kekeringan diantaranya wilayah Cibarusah, Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Babelan, dan Tambun Utara. (591)