Cara Mudah Budidaya Buah Tin

Selasa, 30 Juli 2019, 21:00 WIB

Buah tin memiliki banyak sekali khasiat dan gizi apabila dikonsumsi. | Sumber Foto:istimerwa

AGRONET -- Buah tin merupakan buah yang berasal dari negara Arab, kemudian buah ini banyak menyebar ke negara-negara bagian Eropa, Asia dan Australia. Pohon tin (Ficus carica), figs atau pohon ara merupakan pohon yang terkenal sebagai buah suci dari taman surga. Julukan ini di dapatkan oleh buah tin karena buah ini disebutkan di dalam al-quran. Walaupun begitu harga buah tin juga relatif murah.

Buah tin disebutkan di dalam al-quran surah at-tin. Buah tin memiliki posisi yang sama dengan buah zaitun, yaitu buah yang sering diandalkan saat zaman rasulullah S.A.W. Buah tin juga memiliki banyak sekali khasiat dan gizi apabila dikonsumsi. Karena hal itu banyak orang yang menggunakan buah tin untuk menjadi obat.

Di indonesia, buah tin susah untuk dicari. Tetapi banyak orang yang mencarinya. Jadi buah tin di Indonesia bisa dijadikan lahan penghasilan ataupun bisa kamu manfaatkan sendiri.

Mencangkok Pohon Tin

Ada beberapa cara untuk membudidaya buah tin, salah satunya adalah dengan cara mencangkok. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk budidaya buah tin dengan cara mencangkok. :

  1. Pertama, pilihlah pohon tin yang batangnya masih muda dan berkulit hijau, karena yang masih muda dan berkulit hijau akan lebih cepat tumbuh dan akan lebih banyak menghasilkan buah.
  2. Persiapkan plastik transparan dan juga cocopeat murni.
  3. Kemudian balut lah batang pohon tin yang ingin kamu cangkok dengan cocopeat yang sudah dibungkus dengan plastik transparan.
  4. Panjang cangkokan cukup 10 sampai 15 cm saja, usahakan jangan lebih.
  5. Ikat media cangkok pada bagian pangkal dan ujungnya dengan menggunakan tali rafia.
  6. Siramlah media cangkok setiap hari, penyiraman dilakukan melalui celah-celah yang sudah disiapkan sebelumnya.
  7. ???Saat sudah 30 sampai 45 hari cangkok akan mulai memiliki banyak peranakan, itu artinya cangkok sudah siap di potong dan dipindahkan ke media normal.

Budidaya Buah Tin dengan Stek Batang

Cara satu lagi  cara budidaya buah tin adalah dengan cara stek batang. Cara ini tidak jauh berbeda dengan cara mencangkok, sebagai berikut :

  1. Potonglah batang atau cabang pohon tin yang sudah berumur. Ciri-cirinya adalah pohon yang sudah mempunyai kulit berwarna coklat atau ungu dengan ukuran batang 10 sampai 15 cm.
  2. Batang yang di stek dipotong miring.
  3. Setelah stek siap, Kemudian semai pohon tin di tempat persemaian yang sudah kamu berikan pasir atau cocopeat murni di dalamnya.
  4. Bekas potongan bagian atas pada pohon tin yang dijadikan bahan stek harus dilapisi lilin. Tujuan  dari melapisi lilin pada bekas potongan pohon tin adalah untuk mencegah kebusukan terjadi.
  5. Siramlah pohon tin hasil stek tadi setiap harinya untuk menjaga tanah tetap lembab.
  6. Setelah 45 hari, pohon tin hasil stek sudah memiliki banyak batang. Artinya pohon tin tersebut sudah siap untuk dipindahkan ke lahan baru atau ke pot.

Bibit tanaman buah tin baik hasil cangkokan ataupun hasil stek lebih baik ditanam di dalam pot. Untuk menanam pohon tin di dalam pot kamu membutuhkan campuran tanah, cocopeat, kotoran kambing dan sekam mentah dengan perbandingan 1:1. Pohon tin ini pun mempunyai cara merawat yang khusus, karena tanaman ini berasal dari negara dengan cuaca panas.

Merawat Pohon Tin

Buah tin mempunyai karakteristik sama dengan buah yang tumbuh di negara arab, seperti zaitun dan kurma. Tanaman-tanaman ini adalah jenis tanaman yang membutuhkan sinar matahari yang lebih. Maka dari itu, buah tin lebih susah berbuah di negara yang mempunyai iklim tropis seperti indonesia. Maka dari itu pohon tin juga harus memiliki perawatan yang sama dengan negara asalnya. Perawatan untuk pohon tin adalah sebagai berikut.

Penyiraman

Pohon tin biasa hidup di daerah yang panas, jadi tidak perlu menyiramnya setiap hari. Penyiraman dilakukan secara berkala, seperti 4 hari sekali. Dan pada saat musim penghujanan pohon tin tidak perlu di siram sama sekali. Baiknya, buah tin ditanam saat musim panas sehingga lebih mudah untuk berbuah.

Cahaya Matahari

Karena di negara arab sangatlah panas, jadi pohon tin membutuhkan cahaya matahari yang banyak. Karena itu, jangan sampai ada sesuatu yang menghalangi cahaya sinar matahari untuk menerangi pohon tin ini. Apabila sinar matahari tidak diberikan sesuai kebutuhannya, pohon tin akan lebih susah tumbuh dan berbuah.

Pemupukan

Pemupukan pohon tin pada awal penanamannya hanya membutuhkan pupuk daun dengan dosis secukupnya. Setelah berumur 2 tahun, barulah pohon tin diberi pupuk kandang. Tujuannya agar daun pohon tin tidak mudah rontok dan untuk mempercepat pembuahan.

Hama dan Penyakit

Gunting daun-daun yang sudah mengering dan menguning. Hal ini biasanya dikarenakan  virus yang ada pada daun, Jadi untuk mencegah menular ke daun lainnya, daun yang telah menguning harus dipotong. Kalau tidak dipotong ada kemungkinan semua daun akan ikut menguning dan pohon tidak dapat melakukan metamoforsis.

Waspadai juga keberadaan hama penggerek batang. Hama ini dapat membuat batang pohon tin menjadi keropos dan mudah patah. Pencegahan untuk hama ini adalah dengan cara menyuntikan obat tanaman pada bagian batangnya. Baiknya, tambahkan nutrisi pembantu berupa perangsang akar dan batang.(234)

BERITA TERKAIT