
Sapi yang termasuk dalam ruminansia juga mengalami satu gangguan pencernaan yang kerap kita alami yaitu perut kembung yang dapat mengakibatkan kematian.. | Sumber Foto:Istimewa
AGRONET -- Bukan hanya manusia yang mengalami kembung. Sapi yang termasuk dalam ruminansia juga mengalami satu gangguan pencernaan yang kerap kita alami yaitu perut kembung. Dalam istilah kedokteran hewan, penyakit ini disebut bloat atau tympani. Jika pada manusia biasanya perut kembung tidak dianggap sebagai suatu penyakit yang serius, lain halnya pada ternak sapi.
Perut kembung yang terjadi pada sapi sering menyebabkan kematian. Kondisi tersebut disebabkan oleh banyaknya kandungan gas di dalam rumen yang mengakibatkan sistem pencernaan terganggu dan bagian perut sapi di sisi kiri akan terlihat membesar.
Faktor utama penyebab ternak sapi mengalami perut kembung adalah konsumsi pakan yang mudah menimbulkan gas di dalam rumen, seperti rumput-rumputan yang masih basah dan kurang berserat serta beberapa bahan pakan ternak seperti leguminosa, kacang-kacangan, dan bahan-bahan yang telah melalui proses fermentasi.
Perut kembung dapat mengakibatkan kematian pada sapi disebabkan oleh struktur organ sapi yang unik. Jika pada manusia letak jantung berada di dada, pada sapi letak jantungnya berada di perut bagian kanan. Jika rumen terus menerus terisi oleh gas dan juga asam lambung, jantung secara otomatis akan terdesak.
Perut kembung pada sapi memang sama sekali bukanlah penyakit yang menular, meski berpotensi kematian pada ternak sapi jika penanganan yang dilakukan tidak tepat. Pada beberapa kejadian, peternak salah mengambil tindakan saat menanggulanginya.
Ketika sapi dalam kondisi perut kembung dan mengalami kelumpuhan, peternak justru memposisikan sapi terlentang. Hal tersebut tentu akan semakin mempercepat jantung terhimpit oleh gas dalam rumen.
Gejala Perut Kembung
Selain perut bagian kiri sapi membesar, ada beberapa gejala lain yang dapat menjadi indikasi ternak mengalami perut kembung seperti berikut ini :
Pencegahan dan Penanggulangan
Langkah preventif yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian pakan ternak yang mengandung sekitar 10-15% serat dan mengeringkan terlebih dahulu pakan hijauan segar. Untuk penggembalaan, pilih waktu saat matahari mulai naik dan sinarnya menghangat (embun sudah menguap). Selain itu ternak juga harus diupayakan aktif bergerak utnuk mengurangi kadar gas pada lambung dan jangan biarkan dalam kondisi terlalu lapar.
Jika ternyata ternak sapi sudah terlanjur mengalami perut kembung, maka penanggulangan yang dapat Anda lakukan antara lain sebagai berikut:
(Dari berbagai sumber. /234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










