
Jatuhnya harga ayam ras pedaging di Pulau Jawa karena tidak semua produksinya terserap di pasar tradisional. | Sumber Foto:Dok Dispertan Banten
AGRONET -- Menyikapi rendahnya harga livebird farm gate (LB) yang masih di bawah harga acuan Kemendag, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, kembali melakukan koordinasi untuk mengurai permasalahan tersebut. Koordinasi itu berlangsung bersama Tim Analisa, Tim Asistensi, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua GOPAN, Sekjen GPPU, Perwakilan GPPU, Ketua PINSAR Indonesia, dan Perwakilan PPUN yang berlangsung di Bogor (25/6).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, menegaskan upaya-upaya untuk membantu peternak dalam memulihkan harga LB terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Selanjutnya, Kementan akan memastikan pelaksanaan afkir parent stock (PS) ayam ras broiler yang berumur di atas 68 minggu oleh seluruh pembibit PS ayam ras broiler selama 2 minggu dimulai tanggal 26 Juni sampai 9 Juli 2019. Kemudian diikuti pakta integritas antara pemerintah dengan perusahaan pembibit PS ayam ras broiler tersebut.
"Evaluasi pelaksanaan kegiatan afkir akan dilaksanakan satu minggu setelah tenggat waktu. Apabila harga LB masih belum sesuai dengan harga acuan maka akan dilakukan afkir PS ayam ras broiler berumur 60 minggu disertai evaluasi berkala sampai harga LB stabil sesuai acuan," tambahnya.
Ketut memerintahkan agar pelaku usaha perunggasan yang telah memenuhi ketentuan Pasal 12 Ayat (1) Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, untuk meningkatkan kapasitas pemotongan di RPHU sampai 30 persen dari jumlah produksi LB internal. "Kita juga akan segera mengeluarkan rencana aksi bersama penanganan ayam ras broiler secara menyeluruh hingga pascapanen yang melibatkan semua pihak terkait. Kita harapkan langkah-langkah strategis tersebut dapat segera mengembalikan harga LB sesuai dengan harga acuan Kemendag," ujarnya.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono, pertemuan serupa telah dilakukan secara marathon pada tanggal 13, 14, 18, dan 24 Juni 2019. Menurutnya pemerintah memberikan perhatian serius dalam membantu peternak mencari solusi bersama dalam menghadapi harga LB yang masih rendah di beberapa tempat, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani, mengatakan berdasarkan pantauan petugas PIP hari Selasa (25/6), harga rataan per kg LB nasional adalah Rp20.216, harga rataan di Pulau Jawa kisaran Rp11.327. Harga LB di Jateng dan Jatim dikisaran Rp8.845 dan Rp10.736. Sementara harga per kg daging ayam di tingkat konsumen di Jawa mencapai rataan Rp30.808, di Jateng dan Jatim masing-masing Rp29.600 dan Rp25.200. Pantauan pasar di DKI Jakarta harga sekitar Rp40.000 per kg.
Kementan memperkirakan jatuhnya harga ayam ras pedaging di Pulau Jawa karena tidak semua produksinya terserap di pasar tradisional. Hal ini kemungkinan terjadi karena peternak memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan pasca Idulfitri (adanya hajatan dan kegiatan lain). Ternyata tidak terjadi sehingga produk melimpah.
Di samping itu perilaku penjualan daging ayam ras broiler dari hampir seluruh pelaku usaha ayam ras broiler masih bermuara di pasar tradisional dalam bentuk hot karkas dan LB sehingga rentan terhadap kelebihan pasokan dan permainan oleh pihak tertentu. Akibatnya terjadi disparitas harga yang besar antara produsen dan konsumen. Oleh karena itu pemerintah mewajibkan pelaku usaha yang memiliki LB lebih dari 300.000 per minggu, memiliki RPHU, dan Cold Storage untuk menampung karkas dari RPHU.
Sesuai hasil dari beberapa pertemuan sebelumnya serta sesuai dengan surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendagri tanggal 17 Juni 2019, para peternak (integrator, peternak mandiri, dan peternak UMKM) melakukan pembagian LB/karkas secara gratis kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin dengan menggunakan dana CSR masing-masing. Pembagian ayam ini dilakukan di beberapa tempat yaitu di Semarang, Solo Raya, dan Yogyakarta. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










